Breaking News:

Cabuli Putri Kandungnya, Pelaku Toni Napitupulu Terancam 15 Tahun Penjara

Tim Resmob Polres Toba melakukan pencarian terhadap pelaku di sekitar wilayah Kabupaten Toba, namun pelaku tidak ditemukan. 

TRIBUN MEDAN/MAURITS
PELAKU cabul Toni Napitupulu dibawa petugas setelah ditangkap dari tempat persembunyiannya di Jakarta. 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE – Pelaku cabul di Porsea Toni Napitupulu (44) harus terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun atas pencabulan yang dilakukannya kepada putri kandungnya yang tengah duduk di bangku kelas III SD. 

Kasat Reskrim Polres Toba AKP Nelson Sipahutar, pelaku akan menerima ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun pidana penjara ditambah sepertiga dari ancaman pidana karena dilakukan orangtua korban.

“Pelaku melanggar Pasal 81 ayat 1 dan 3 jo Pasal 76 D subs Pasal 82 ayat 1 dan 2 jo Pasal 76 E Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang  Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” ujar Kasat Reskrim Polres Toba AKP Nelson Sipahutar, Senin (22/2/2021).

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Toba AKP Nelson J Sipahutar kepada Tribun-Medan.com mengatakan, tersangka ditangkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/337/XII/2020/SU/TBS Tanggal 21 Desember 2020 dan Sp. Sidik/335/XII/2020/Reskrim serta Sp.Kap/150/II/2021/Reskrim.

Mendapat laporan tersebut, Tim Resmob Polres Toba melakukan pencarian terhadap pelaku di sekitar wilayah Kabupaten Toba, namun pelaku tidak ditemukan. 

Kemudian Tim Resmob mencari pelaku ke tempat lainnya yang dicurigai sebagai tempat persembunyian pelaku di wilayah Sumatera Utara tepatnya di rumah keluarganya maupun di rumah teman-teman pelaku. Hasilnya nihil.

Sat Reskrim Polres Toba juga melakukan koordinasi dengan Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Sumut dan telah dilakukan lidik keberadaan pelaku dengan menggunakan analisa IT.

Telepon genggam pelaku sudah tidak aktif sejak Jumat (29/12/2020). 

Lalu, Subdit Renakta berhasil melakukan Trace Imei terhadap pelaku dan posisi pelaku diketahui keberadaannya di Jakarta. Selanjutnya, pada Jumat (19/2/2021), Tim Resmob Polres Toba langsung berangkat ke Jakarta.

Setelah tiba di Jakarta, Satreskrim Polres Toba melakukan koordinasi dengan Subdit IV Siber Polda Metro Jaya. 

“Setelah melakukan lidik selama tiga hari Tim Resmob dan Tim Cyber Polda Metro Jaya, kami menemukan keberadaan pelaku. Pelaku ditangkap tanpa perlawanan di cucian mobil Rusa Steam Mobil, tepatnya di seberang Terminal Terpadu Pulo Gebang RW. 6, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Selanjutnya pelaku dibawa Tim Resmob ke Polres Toba,” pungkasnya. (cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved