Breaking News:

Ekspor Bunga Krisan Asal Sumut ke Jepang Alami Lonjakan Signifikan

Sebagai informasi, program jangka panjang yang digagas oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo berupa Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks). 

Tribun Medan/HO
Bunga Krisan tercatat alami lonjakan ekspor komoditas sub sektor hortikultura asal Sumatera Utara (Sumut)hingga minggu ke-3 Februari 2021. 

TRIBUN-MEDAN.com - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sub sektor hortikultura menyumbang 7,85 persen terhadap PDB sektor pertanian pada kuartal akhir di tahun lalu. 

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan mencatat adanya lonjakan ekspor komoditas sub sektor hortikultura asal Sumatera Utara (Sumut) berupa bunga hias, Krisan yang signifikan hingga minggu ke-3 Februari 2021.

Sistem perkarantinaan, IQFAST Barantan mencatat sebanyak 190 ribu batang bunga Krisan (Dendranthema lavandulifolium) senilat Rp 851,7 juta dengan empat kali pengiriman berhasil di ekspor ke Jepang.

Sementara untuk komoditas sama di tahun 2020 sebanyak 25 ribu  dengan nilai Rp 104,5 juta rupiah saja.

“Kami menyiapkan percepatan layanan fasilitasi karantina untuk ekspor bunga krisan yang jumlahnya melonjak di awal tahun 2021. Pemeriksaan dilakukan di gudang pemilik agar komoditas dapat langsung diberangkatkan saat tiba di pelabuhan laut,” kata Kepala Karantina Pertanian Belawan, Andi PM Yusmanto, Senin (22/1/2021).

Menurut Yusmanto, pihaknya selaku koordinator upaya peningkatan ekspor pertanian di Sumut selain melakukan percepatan layanan pada proses bisnis agar komoditas dapat diterima di negara tujuan, juga memberikan bimbingan teknis bagi para petani dan pelaku usaha. 

“Bimtek dilakukan dengan pendekatan komoditas, harapannya semua produk unggulan ini dapat bersaing di pasar ekspor,” tuturnya.

Secara teknis, Yusmanto menjabarkan bahwa bunga krisan harus dikemas dengan cara dan standar negara tujuan. Agar tetap segar, komoditas dikirim dengan menggunakan peti kemas berpendingin atau reefer. 

"Dan yang tidak kalah pentingnya adalah harus bebas dari serangga hidup dan nematoda berjenis Radopholus similis," katanya. 

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil mengapreasiasi peningkatan volume ekspor komoditas ekspor unggulan asal Kabupaten Karo, Sumut.  

Halaman
12
Penulis: Liska Rahayu
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved