News Video
PREMAN TEMBAK PETASAN ke Rumah Makan di Setia Budi, Suara Seperti Bom, Marah Tak Dikasih Uang
Dengan menggunakan petasan tembak, pelaku berulangkali secara sengaja menembakkan petasan ke arah jualan korban.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: M.Andimaz Kahfi
PREMAN TEMBAK PETASAN ke Rumah Makan di Setia Budi, Suara Seperti Bom, Marah Tak Dikasih Uang
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Aksi preman dalam memalak warga semakin meresahkan, kali ini pedagang di Jalan Setia Budi No 78 Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, menjadi korban.
Dengan menggunakan petasan tembak, pelaku berulangkali secara sengaja menembakkan petasan ke arah jualan korban.
Kejadian tepatnya di sebuah rumah makan Master Ayam Penyet Setia Budi Medan.
Dalam video rekaman CCTV berdurasi 49 detik, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.51 WIB.
Terlihat dua orang pria berbaju hitam dan memakai topi menaiki sepeda motor skuter matik tiba-tiba lewat di depan ruko.
Lalu pelaku turun dan menembakkan petasan tembak ke arah ruko yang di mana sedang ramai pengunjung.
Bahkan arah dari tembakan petasan hingga ke arah pengunjung yang ada di ruko yang berada di dekat Simpang Sei Serayu.
Sontak hal ini membuat para pengunjung kabur berlarian menghindari petasan tersebut.
Terlihat ada 15 kali letupan yang dikeluarkan pelaku.
Di mana pelaku turun dan berjalan ke depan ruko sambil menembakkan petasan.
Setelah petasan habis preman yang merasa seperti bang jago itupun kabur menaiki sepeda motor dan lalu dikejar oleh warga.
Hal ini dialami korban dan dibagikan di akun Instagramnya @runniputry dalam instagram storynya yang sudah ditonton oleh ribuan warganet dan ratusan komentar.
"Awalnya pungli enggak dikasih terus premannya marah nyerang ruko kami pakai petasan banyak, serem banget.
Bayangin kalau kenak orang.
Luar biasa preman sekarang," tulis Runi menceritakan kronologi kejadian tersebut.
Dalam postingan Instagram Story berikutnya, korban menceritakan lebih detail kejadian tersebut bahwa awalnya ada rumah makan yang dipalak para preman namun tak diberikan.
"Awal kejadian preman datangin master ayam penyet tepatnya sebelah rumah makan budi mulia dan cetroo.coffe Jalan Setia Budi dekat simpang Sei Serayu preman datang minta uang pungli lah gtu.
Terus gak dikasih.. dy pergi lalu balik lagi nyerang pakai petasan," tulisnya.
Bahkan, yang lebih miris terdapat pengunjung anak-anak yang sampai dilindungi oleh ibunya dari petasan tersebut.
"Sampai pembeli pada kabur mumpett ada lagi anak kecil dilindungin ibunya pakai badan.
Aku lagi diatas kebayang dri atas kayak suara bom.
Aku punya bayii udah ketakutan.
Ruko ini udah penuh asap petasan semua.
Tolong bantu viralkan ya temen-teman biar aman medan ini.
Biar segera di tangkap preman yang sukak punglii.. ganggu pedagang," pintanya.
Saat dikonfirmasi tribunmedan.com, korban membenarkan kasus tersebut dan sesuai dengan Kronologi yang dituliskan.
Dan meminta pihak kepolisian segera menangkap para pelaku preman tersebut.
Detik-Detik Preman Palak Tukang Sate Tak Berkutik Dibekuk Polisi, Wajah Tersenyum Hampir Menangis
Roy Sidabugi preman yang melakukan pemalakan terhadap tukang sate di Jalan Binjai Km 12, Kecamatan Sunggal tak berkutik saat dibekuk polisi.
Roy yang terlihat dalam pos penjagaan tampak tak berkutik bahkan tersenyum dengan mata berkaca-kaca saat polisi Reskrim Polsek Medan Sunggal membawanya.
Tampak empat sepeda motor tekab mendatangi Roy yang sedang asik duduk bersama rekan-rekannnya di Perumahan Palem Kencana Medan.
Kemudian Roy dimasukkan para tekab ke dalam mobil polisi dan diboyong ke Mapolsek Sunggal.
Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi menyebutkan pihaknya telah mengamankan pelaku dan sedang dalam rangka pembinaan.
"Kita lakukan interogasi. Sampai saat ini, kita belum mendapat laporan korban.
Tindakan yang kita lakukan dalam rangka pembinaan.
Agar yang bersangkutan tidak mengulanginya lagi," ungkapanya, Selasa (16/2/2021).
Yasir juga menyebutkan maaf kepada pedagang sate yang diperasnya.
"Kita juga meminta kepada masyarakat apabila hal serupa terjadi agar masyarakat melaporkan secara resmi di polsek sunggal," tuturnya.
Sementara, pelaku yang bernama Roy Sidabugi merasa menyesali perbuatannya usai diamankan petugas.
"Saya menyatakan menyesal.
Dan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Dan saya bersedia minta maaf kepada tukang sate.
Saya tidak memperbuat ini lagi. Saya menyesal. Saya akan lakukan permohonan maaf kepada setiap tukang sate di kilometer 12," beber.
Pemalakan yang dilakukan pria yang mengaku pemuda setempat ini, direkam warga dengan menggunakan smartphonenya.
Video tersebut pun diunggah akun Dita Ajj di salah satu akun Facebook pada, Sabtu (13/2/2021).
Video itu berdurasi 3 menit 47 detik dan berhasil menuai ragam komentar.
Tidak hanya itu, dalam caption video, pengunggah menyertakan kalimat "Assalamualaikum.
Bantu viralkan ya gaes, ini preman tukang palak pedagang kecil di Jalan Binjai km 12, Jalan Pembangunan komplek palem kencana Medan.
Buat bapak Kapolsek setempat mohon bantuannya, karena ini sangat meresahkan para pedagang kecil, dan buat teman-teman tolong bantu viralkan".
Amatan Tribun Medan dalam video yang viral tersebut memperlihatkan pedagang sate di Jalan Pembangunan Komplek Palem Kencana, kawasan jalan Medan-Binjai Km 12, dipalak pria berbaju hitam.
Pria dengan potongan rambut cepak itu meminta pedagang agar membayar uang keamanan, karena berjualan di lokasi tersebut.
"Jadi kek mana ini dek, kubilang kau gak usah ke sini, kau kemari.
Jadi kalo ku suruh kau pigi gak mau?
Sampe sana dimarahin bosnya bang, kata seorang pria diduga pekerja di salah satu lapak dagangan" dialog pedagang dan pemalak.
Kemudian pelaku percobaan pemerasan kembali mengeluarkan kata-kata kasar.
"Jadi kalo kau sekarang ku suruh jualan besok, jualan juga kau lagi. Kalo disuruh bosnya kek mana bang.
Jadi kalo ku suruh kau gak mau?.
Aku gak tau bang, kalo disuruh kerja, ya kerja. Kau bandal berarti ya?," ucap pelaku.
Dalam segmen selanjutnya, pelaku pemerasan kembali mengancam pedagang.
"Kelen ajalah sekarang kek mana.
Aku gak peduli kau mau makan atau nggak, aku gak peduli itu.
Mau mampus pun aku gak peduli.
Yg penting kelen bayar di sini, Kon...," ujar pria tersebut sembari melontarkan kata-kata kotor.
Kemarahan pria yang mengaku preman setempat ini pun diluapkannya kepada pria paruh baya, gara-gara posisi duduknya terganggu.
Saat itu pria paruh baya tersebut hendak mengambil minum dan hampir menyenggol tubuh pemeras yang sedang duduk di kursi panjang itu
"Nanti tiap hari ku ributin jualan kau ini, biar tau kau," kata pelaku lagi.
Dalam segmen terakhir, pria itu kemudian terlibat adu mulut kembali dengan wanita.
Keduanya saling memaki.
Namun wanita itu tidak gentar dan mencoba memberi perlawanan, lalu menyebut kalau pelaku salah sasaran.
"Kau fikir aku takut sama kau. Makan nasi aku ko," kata wanita itu.
Tak berselang lama, pelaku pemerasan pergi meninggalkan lapak dagangan yang ada di sana.
Tak butuh waktu lama, polisi pun berhasil menangkap pelaku yang diketahui bernama Roy.
(vic/tribunmedan.com)