Breaking News:

90 Persen Tenaga Kesehatan di Medan Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

"Tapi ada cukup banyak juga yang baru sekali, itu lah yang mau diselesaikan dengan melakukan vaksinasi kedua," ungkapnya.

TRIBUN MEDAN/ARJUNA
SEJUMLAH tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan berdemo, Rabu (10/2/2021).Hal ini dikarenakan dana insentif belum dibayar. 

TRIBUN-MEDAN.com   Juru Bicara satuan tugas penanganan Covid-19 Kota Medan Mardohar Tambunan mengatakan proses vaksinasi Covid-19 untuk tenaga kesehatan sudah hampir rampung.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Medan ini mengatakan vaksinasi untuk tenaga kesehatan sudah mencapai 90 persen.

"Proses vaksinasi untuk nakes, Alhamdulillah sudah sekitar 90 persen lah. Paling hanya tinggal sedikit lagi, ada beberapa nakes yang cukup sibuk dan sulit menyesuaikan waktu, tapi begitu pun dalam waktu dekat ini kita yakin bisa selesai," ujar Mardohar kepada tribun-medan.com, Senin (22/2/2021)

Dijelaskan Mardohar, rata-rata tenaga kesehatan telah melakukan vaksinasi sebanyak dua kali. Di mana vaksinasi kedua dilakukan 14 hari setelah proses vaksinasi pertama.

"Tapi ada cukup banyak juga yang baru sekali, itu lah yang mau diselesaikan dengan melakukan vaksinasi kedua," ungkapnya.

Mardohar menjelaskan, tenaga kesehatan yang belum mendapatkan vaksinasi akan diminta untuk segera melakukan vaksinasi dalam waktu dekat.

"Ada juga yang tidak bisa divaksin karena ketentuan, misalnya karena nakes tersebut sudah pernah terpapar atau sudah pernah jadi penyintas," jelasnya.

Begitu pun, kata dia, Dinkes Medan belum dapat memastikan kapan jadwal yang ditentukan untuk segera merampungkan proses vaksinasi tersebut.

"Secepatnya lah, secepatnya nakes yang wajib divaksin akan kita vaksin. Mudah-mudahan segera selesai lah, biar bisa dilanjutkan segera ke masyarakat luas," ungkapnya.

Untuk itu, Mardohar berharap agar seluruh masyarakat Kota Medan dapat mematuhi protokol kesehatan untuk sama-sama menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Medan.

"Kita juga berharap, agar nantinya proses vaksinasi dapat berjalan lancar kepada masyarakat. Tetap jaga prokes, bukan berarti dengan adanya vaksin kita tidak perlu menerapkan prokes, justru prokes tetap harus dijalankan. Supaya proses vaksinasi ini bisa lebih cepat memutus mata rantai pandemi," pungkasnya.

(cr14/tribun-medan.com)

Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved