Breaking News:

Update Covid19 Sumut 23 Februari 2021

BREAKING NEWS: Angka Penyebaran Covid-19 di Medan Meningkat, Berbanding Lurus dengan Kesembuhan

Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Medan masih mengalami peningkatan dari hari ke hari.

SHUTTERSTOCK/namtipStudio
Ilustrasi pasien Covid-19. Hormon kortisol atau hormon stres yang dialami pasien Covid-19 dapat meningkatkan keparahan penyakit hingga risiko kematian. 

TRIBUN-MEDAN.com - Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Medan masih mengalami peningkatan dari hari ke hari.

Setiap harinya, jumlah masyarakat Kota Medan yang terpapar Covid-19 masih terus bertambah dengan angka penambahan sekitar 20 sampai 40 orang per harinya.

"Angka terpapar memang masih tinggi, itu yang menjadi tugas kita bersama untuk menurunkan jumlah orang yang terpapar dengan menerapkan prokes secara serius," ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Medan, Mardohar Tambunan, Selasa (23/2/2021).

Mardohar mengatakan meskipun peningkatan angka penyebaran Covid-19 meningkat, masih dibarengi dengan peningkatan angka kesembuhan yang juga cukup meningkat dari hari ke hari.

"Tetapi Alhamdulillah, jumlah yang sembuh juga cukup tinggi, bahkan sering melebihi jumlah yang terpapar setiap harinya," ujarnya.

Dikatakannya, angka kematian karena Covid-19 justru menurun dari hari ke hari. Sebab, rata-rata yang terpapar Covid-19 saat ini adalah mereka dengan gejala ringan sampai sedang atau bahkan orang tanpa gejala (OTG).

"Angka kematian juga grafiknya menurun, yang meninggal rata-rata yang berusia sudah lanjut atau mereka yang punya penyakit bawaan. Saat ini rata-rata yang terpapar itu adalah mereka dengan gejala ringan sampai sedang dan OTG," tambahnya.

Diterangkan Mardohar, untuk mereka dengan gejala ringan sampai sedang, termasuk para OTG, rata-rata diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, walaupun ada juga yang bersedia dirawat di RS.

"Walaupun seharusnya, yang betul itu adalah dirawat di RS. Tapi karena tidak ada payung hukumnya, maka kita tidak bisa memaksa mereka yang terpapar untuk di rawat di RS. Kecuali mereka dengan gejala ringan sampai sedang, biasanya mereka sendiri yang minta untuk di rawat di RS," katanya.

(cr14/tribun-medan.com)

Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved