Breaking News:

Update Covid19 Sumut 23 Februari 2021

Banyak Pelanggaran Saat PPKM, Paling Sering Abaikan Jam Operasional dan Prokes

Jenis pelanggaran yang paling sering dilakukan diantaranya jam operasional dan pengabaian protokol kesehatan. 

TRIBUN MEDAN/HO
PETUGAS Satgas Covid-19 Kota Medan melakukan penutupan sementara lokasi kuliner dan hiburan Medan Night Market di Jalan Adam Malik Medan, Sabtu (13/2/2021) malam. 

Tribun-Medan.com, Medan - Selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Satpol PP kota Medan menemukan beragam pelanggaran yang dilakukan di beberapa tempat. 

Sekretaris Satpol PP, Rakhmat Adi Syahputra Harahap mengatakan, jenis pelanggaran yang paling sering dilakukan diantaranya jam operasional dan pengabaian protokol kesehatan. 

"Pelanggarannya di jam usaha yang sampai pukul 10 malam. Ada yang sampai pukul 2 pagi. Bahkan pernah kami temukan kemarin itu pukul 3.30 pagi. Biasanya bentuk usaha yang melanggar ini seperti cafe baru, tempat hiburan malam atau tempat nongkrong. Yang dilanggar ini bentuknya kerumunan yang tidak sesuai dengan Prokes," kata Rachmat, Selasa (23/2/2021).

Rachmat mengakui selama PPKM banyak ditemukan pelanggaran. Namun, hingga saat ini pihaknya terus melakukan peringatan namun tidak menutup kemungkinan akan segera diberi tindakan tegas.

"Kalau pelanggaran ini cukup banyak, kita melakukan ini sementara ekonomi juga harus tumbuh jadi tidak serta merta. Kalau mau tutup gampang saja. Pak Wali Kota atau Pak Gubernur buat surat untuk semua usaha tutup, tapi nantikan jadi lockdown," katanya.

"Inikan kita juga harus berat hati harus melakukan itu. Ini juga jadi pertimbangan, makanya untuk penutupan juga kalau benar terpaksa sekali baru kita lakukan," lanjutnya.

Terkait pelanggaran, Rachmat membeberkan bahwa lokasi pinggir kota seperti Medan Tembung, Sunggal, dan Marelan menjadi daerah yang sulit dikendalikan untuk Prokesnya.

"Yang sering melakukan pelanggaran ini rata-rata di pinggiran kota Medan seperti Sunggal maupun Marelan. Tapi di tengah kota juga ada tempat-tempat ngumpul yang rame juga," katanya.

Rachmat juga turut mengimbau kepada masyarakat agar dapat mendisiplinkan diri untuk mematuhi protokol kesehatan.

"Tetap lakukan 5M karena kalau tidak ada kedisiplinan masyarakat akan sulit menekan angka kasus ini. Jadi yang diharapkan sama-sama bahu membahu. Bukan hanya pemerintah saja tapi juga sinergi masyakarat," pungkasnya.(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved