Breaking News:

Gara-gara Biarkan Suami Geluti Bisnis Ganja, Suwarti Turut Diadili di PN Medan

Perempuan yang berprofesi sebagai tukang jahit ini, diadili di Pengadilan Negeri (PN) Medan, terkait bisnis ganja yang digeluti suaminya.

TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN
Suwarti Binti Saliman jalani sidang perdana perkara membiarkan suaminya melakoni bis ganja, di ruang cakra 8 PN Medan, Selasa (23/2/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sungguh apes nasib Suwarti Binti Saliman. Perempuan yang berprofesi sebagai tukang jahit ini, diadili di Pengadilan Negeri (PN) Medan, terkait bisnis ganja yang digeluti suaminya.

Dalam sidang perdana yang digelar di ruang cakra 8 tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ramboo Loly Sinurat menuturkan perkara yang menjerat Suwarti bermula pada November 2020 lalu.

Saat suaminya yang bernama Zulfikar, memerintahkan Putra untuk menyerahkan 5 bungkus Narkotika golongan I jenis Ganja kepada Amril Tanjung, kemudian setelah selesai Zulfikar menerima pembayaran Rp 5.400.000.

Kemudian, uang tersebut diserahkan kepada terdakwa dan disimpan oleh terdakwa, hingga ketika dilakukan penggeledahan ditemukan uang tersebut ada pada terdakwa.

"Terdakwa selaku istri dari Zulfikar sudah mengetahui dan menyepakati atau memberikan kesempatan kepada suaminya, untuk melakukan usaha sampingan bisnis ganja kering, karena sejak akhir bulan September 2020 suami terdakwa, sering keluar rumah malam bahkan jarang pulang ke rumah," ungkap JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Imanuel Tarigan, Selasa (23/2/2021).

Dikatakan JPU, terdakwa pernah bertanya kepada Zulfikar ke mana ia ingin pergi malam-malam. Sebab dikatakannya selama 2 bulan terakhir suaminya sering keluar malam.

"Dijawab oleh Zulfikar “kerjaan/bisnis ganja” kerjaan sampingan yang mendapatkan uang, namun terdakwa hanya melarang dengan ucapan saja, sedangkan terdakwa tetap mau menerima uang hasil dari penjualan narkotika sehingga secara tidak langsung terdakwa menyetujui pekerjaan Zulfikar," kata JPU.

Selain itu, ungkap JPU, ketika Zulfikar menyerahkan uang kepada terdakwa, ia menelepon istrinya tersebut dalam keadaan panik dan langsung mengajak pergi ke daerah Stabat.

Ketika sedang berkumpul yang terdiri dari terdakwa Zulfikar, Suria Agus Tami Alias Dimas, Amril Tanjung Alias Aam dan Salamudin Alias Udin, bahwa ketika ditanya petugas penggeledah, Zulfikar menunjukkan tempat penyimpanan narkotika jenis ganja tersebut di Kelurahan Asam Kumbang Kecamatan Medan Selayang.

"Saat digeledah di gudang kapur ditemukan 136 bungkus dengan berat brutto 139.779,2 gram," kata JPU.

Akibatnya, kata JPU, perbuatan terdakwa Suwarti tersebut sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Jo 132 ayat (1), atau Pasal 111 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika atau Pasal 137 huruf b UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved