Breaking News:

Pedagang di Medan Prediksi Harga Daging Melonjak Tajam saat Ramadan

Seharusnya sapi-sapi tersebut bisa dipotong dalam satu hari sebanyak tiga, empat atau lima ekor. Namun kondisi saat ini tidak memungkinkan.

TRIBUN MEDAN/LISKA
SEORANG pedagang di Pasar Kampung Lalang sedang menggantung daging, Selasa (23/2/2021). Pedagang memprediksi harga daging melonjak tajam saat Ramadan mendatang. 

Tribun-medan.com, Medan - Harga daging sapi diperkirakan akan melonjak tajam saat bulan Ramadan mendatang. Hal ini lantaran pasokan daging sapi saat ini terhambat.

Pedagang daging di Pasar Kampung Lalang Joni mengatakan, pengambilan daging sapi saat ini dibatasi.

"Saya sekarang ini makin terhambat karena kemarin itu pengambilan kita dibatasi. Gak boleh kan sapi-sapi ini masuk dari Australia,  dari Australia masuk ke karantina. Setelah itu baru masuk ke PT. Pihak dari PT lah yang mengeluarkan," katanya, Selasa (23/2/2021).

Dijelaskan Joni, seharusnya sapi-sapi tersebut bisa dipotong dalam satu hari sebanyak tiga, empat atau lima ekor. Namun kondisi saat ini tidak memungkinkan hal tersebut.

"Sekarang udah enggak boleh, paling dua ekor. Makanya harganya terus tinggi. Ramadan nanti jelas diprediksi lebih tinggi lagi," katanya.

Dikatakannya, harusnya pemerintahlah yang berwenang menanggulangi soal tingginya harga daging sapi.

Joni mengatakan, padahal KPPU sering memantau harga bahan pokok di Pasar Kampung Lalang dan bertanya mengenai harga daging, tetapi tidak pernah ada tindakan.

"Disperindag masuk, Dinas Pertanian masuk, tapi enggak pernah ada solusinya. Ini harga sudah terlalu tinggi," ucapnya.

Saat ini kata dia, harga daging sapi mencapai Rp 125 ribu per kilo. Normalnya sebelum harga seperti saat ini, daging sapi biasanya hanya sekitar Rp 110 ribu.

"Kalau bisa di bawah Rp 100 ribu. Ini terlalu tinggi. Kita juga merasakannya," ujarnya.

Dengan kondisi harga daging yang tinggi, daya beli masyarakat terhadap daging sapi juga berkurang. Apalagi di saat pandemi Covid-19 seperti ini.

"Kita turut prihatin dan kita juga merasakan. Jadi kalau misalnya harga daging Rp 125 ribu per kilo, seperempatnya Rp 32 ribu, pembeli bilang lebih bagus beli ayam ajalah sekilo," katanya.

Untuk itu, kata Joni harus ada tindakan dari pemerintah agar harga daging kembali normal. Joni berharap ada kebijakan dari pemerintah untuk bisa menekan harga daging, apalagi jelang Ramadan.

"Harus ada pemerataan harga, harus ada tindakan, karena harga sudah terlalu tinggi. Kita takutnya nanti gimana mau dekat puasa, lebaran. Karena sudah seperti tradisi, harga jelang Ramadan dan Lebaran itu melonjak," ungkapnya. (yui/Tribun-medan.com)

Penulis: Liska Rahayu
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved