Pembunuhan Sadis Pasutri di Binjai, Begini Kata Keluarga Korban

Duka mendalam menyelimuti keluarga pasangan suami istri (pasutri) bernama Sugianto (56) dan Astuti (59) yang tewas dibunuh.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / ist
Keluarga pasangan suami istri yang menjadi korban pembunuhan, menggelar tahlilan, Selasa (23/2/2021) malam. Jasad pasutri itu ditemukan di perkebunan tebu Kelurahan Tunggurono Kecamatan Binjai Timur. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Duka mendalam menyelimuti keluarga pasangan suami istri (pasutri) bernama Sugianto (56) dan Astuti (59) warga Desa Sei Mencirim Dusun 7 Kampung Banten, Kecamatan Kutalimbaru, Selasa (23/2/2021).

Pasangan suami istri tersebut meninggal dunia secara tragis.

Keduanya dibunuh oleh perampok, dan sepeda motor korban dilarikan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, jasad kedua korban ditemukan di perkebunan tebu PTPN II Kelurahan Tunggurono Kecamatan Binjai Timur, Senin (22/2/2021) lalu.

Kondisi Astuti sekujur tubuhnya penuh luka bacok di leher serta memar kepala.

Sedangkan suaminya yakni, Sugianto mengalami pecah kepala akibat pukulan benda tumpul.

Anak korban, Riska Faujiah (21) mengungkapkan bahwa ayah dan ibunya sehari-hari beraktivitas berladang dan jualan sayur.

"Ayah dan ibu beladang, jualan sayur. Sudah 30 tahun jualan, gak pernah ada kejadian apa-apa," ujarnya di rumah duka, Selasa.

Pantauan di rumah duka, terlihat keluarga korban ramai berkumpul untuk menggelar tahlilan, pada malam hari.

Selain itu juga terlihat beberapa personel Polres Binjai berada di rumah duka.

Lanjut Riska, di lingkungan tempat tinggalnya, kedua korban dikenal sosok yang baik dan bermasyarakat.

Kedua korban memiliki 8 orang cucu.

"Kalau dulu bapak menjabat sebagai kepala dusun selama lima tahun. Dan selama bapak menjabat, tidak ada permasalahan. Daerah sini aman saja, gak pernah ada maling, begal," ungkap Riska.

Kematian tragis kedua korban tersebut membuat warga dan keluarga terkejut

"Kalau barang yang hilang, sepeda motor Vario BK 6812 AFS warna putih. Lalu, dompet, STNK, sama barang belanjaan. Saya kesal, harusnya nyawa balas nyawa," jelasnya seraya menambahkan agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku pembunuhan.

Sementara, anak korban lainnya yang bernama Alika Munaya (19) mengatakan, sejauh ini tidak ada sosok yang dicurigai terkait kejadian yang menimpa orangtuanya.

"Tadi saya dimintai keterangan oleh Polres Binjai. Seputar tentang mamak dari rumah gimana, bangun jam berapa, pakai baju apa, pakai helm apa gak, kegiatan di rumah apa aja. Kalau kecurigaan belum ada," ujarnya.

Baca juga: Sadis, Perampok Tebas Leher Pasutri dan Mayatnya Dibuang di Parit Perkebunan Tebu Binjai

Polres Binjai Dibantu Polda Sumut

Pelaku pembunuhan sadis terhadap pasangan suami istri yang ditemukan di area kebun tebu Kelurahan Tunggurono, Binjai Timur, masih misterius.

Hingga kini, Selasa (23/2/2021) pihak Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai belum dapat mengungkap kasus ini.

Pihak kepolisian belum dapat memberi keterangan resmi terkait motif pembunuhan pasangan suami istri (Sugiono-Astuti) yang diduga jadi keganasan pelaku begal.

Tindak lanjut penyelidikan ini belakangan turut melibatkan Unit Jatanras Polda Sumut di bawah naungan Direktorat Reserse Kriminal Umum.

"Anggota Satreskrim masih bekerja di lapangan, apa yang mau diberi keterangan lebih lanjut. Satreskrim Polres Binjai sudah membentuk tim untuk mengungkap kasus. Turut dibantu Jatanras dari Reskrimum Polda Sumut untuk mengungkap kasus ini," kata Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting.

Dia juga memohon doa agar Polres Binjai dapat mengungkap kasus ini.

Siswanto meminta agar bersabar, selama anggota Reskrim kerja dalam penyelidikan dugaan pembunuhan yang diduga dilakukan lebih dari satu orang.

Terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai, AKP Yayang Rizky Pratama ketika hendak ditemui dalam rangka konfirmasi tidak memberi jawaban.

Dia juga tidak bisa ditemui ketika wartawan mendatanginya di ruang kerjanya di lantai II Satreskrim Polres Binjai.

Beberapa kali dikonfirmasi melalui sambungan telepon selular hingga pesan tertulis yang dilayangkan ke WhatsApp belum dijawab AKP Yayang.

Sebelumnya, pasutri Sugianto dan Astuti ditemukan bersimbah darah dan sudah tidak bernyawa.

Keduanya diduga menjadi keganasan korban begal karena sepeda motor jenis matic yang dikendarai hilang.

Kondisi korban dipenuhi luka tusukan pada bagian wajah dan kepala.

Kondisi jasad Astuti mengalami luka tusuk di leher dan memar di kepala yang ditemukan dalam keadaan telungkup, sedangkan jasad Sugiono kepalanya pecah diduga akibat dihantam benda tumpul.

"Polisi sudah mengambil keterangan Alika (19) selaku anak korban, Yamin (48) selaku adik ipar korban dan Putra (32) selaku menantu korban. Masih lidik," pungkas Siswanto.

Diberitakan sebelumnya, warga Binjai dihebohkan dengan te,uan dua mayat pasangan suami istri yang diduga dibunuh di perkebunan tebu PTPN II Kel Tunggurono Kec Binjai Timur, Senin (22/2/2021).

Korban adalah Sugianto (56) dan Astuti (59). Keduanya warga Desa Sei Mencirim Dsn 7 Kampung Banten Kecamatan Kutalimbaru. 

Kedua korban diduga menjadi korban kesadisan pelaku begal di Kota Binjai saat hendak belanja ke Pasar Tavip Binjai.

Pasalnya, sepeda motor matik Vatio warna putih yang dikendarai kedua korban hilang, atau tidak berada di lokasi mereka ditemukan. 

Anak korban, Alika (19) mengatakan, orangtuanya pergi belanja sekitar pukul 04.07 WIB ke Pasar Tavip Kota Binjai. Namun, tidak seperti biasanya, hingga pukul 06.00 WIB ayah dan ibunya tidak juga sampai di rumah. 

"Ayah sama mamak kenapa gak pulang, gak kayak biasa. Saya pun bilang ke Paman (Yamin) untuk pergi mencari orangtua saya," katanya. 

Selanjutnya Alika beserta abang iparnya, Putra berangkat untuk mencari dan menyisir sepanjang jalan dari rumah hingga ke Pasar Tavip.

Kemudian Alika bertanya kepada salah satu pedagang di Pasar Tavip untuk memastikan apakah kedua orangtuanya ada datang untuk berbelanja.

"Tempat belanja orangtua bilang ayah dan ibu ada datang berbelanja dan sempat membeli jengkol sekira pukul 05.30 WIB," ungkapnya. 

Di saat bersama upaya pencarian dilakukan paman korban, dengan menyisir sepanjang Jalan Gajah Mada, Binjai.

Setibanya di perempatan jalan Kebun Dsn XII paman korban melihat ada dua orang yang tergeletak di dalam parit sudah tidak bernyawa. 

Kemudian paman korban langsung memberitahukan kepada pihak Polsek Binjai Timur.

Pada pukul 09.30 WIB Kapolsek Binjai Timur beserta anggota tiba di TKP untuk mengamankan TKP.

Pukul 10.00 WIB, tim identifikasi dari polres Binjai tiba di TKP memasang police line sekaligus melaksanakan identifikasi dan olah TKP.

Pada pukul 12.20 WIB tim Forensik dari Polda Sumut tiba di TKP untuk melaksanakan olah TKP dan identifikasi.

Kasat Reskrim Polres Binjai mengatakan, setelah dilaksanakan olah TKP didapat kesimpulan bahwa mayat merupakan korban pembegalan, dengan motif mengambil sepeda motor jenis Honda Vario.

Selain itu barang berharga milik korban diambil oleh pelaku.

"Kedua korban meninggal dunia. Yang perempuan mengalami luka bacok di leher serta memar kepala. Sedangkan laki-laki mengalami pecah kepala akibat benda tumpul. Diduga pelaku pencurian dengan cara kekerasan (curas) lebih dari dua orang," katanya.

Saat olah TKP  dilakukan polisi, keluarga korban tak kuasa menahan isak tangis. Ida menangis, dan menjerit histeris mengetahui temuan jasad pasangan suami istri yang diduga menjadi korban begal adalah Sugianto dan Astuti. 

"Kami tidak menyangka kalau korban adalah keluarga kami. Kenapa dia? Kenapa? Selama hidup kami tidak ada masalah. Tidak pernah mencampuri urusan orang," katanya. 

Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni menyerukan anggota untuk cepat melakukan penindakan dan memburu pelaku pembunuhan sadis ini. 

"Saya meminta kepada Kasat Reskrim dan jajaran untuk bertindak cepat mengungkap pelaku pembunuhan sadis ini. Kepada warga, apabila mengetahui informasi atas kejadian ini, agar dapat mengabarkannya ke Polres Binjai. Saya juga berjanji akan berusaha mengusut dan menangkap pelaku pembunuhan tersebut," pungkasnya.

(mft/tribun-medan.com/tribunmedan.id)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved