Breaking News:

Pungli di Lokasi Wisata Sidebuk-debuk Akibat Kecemburuan Sosial, Tapi Pelakunya Belum Ditindak

Polisi tak juga bertindak soal aksi pungli sejumlah preman kampung di kawasan wisata Sidebuk-debuk

Tribun-Medan.com/Aqmarul Akhyar
Salah satu kolam pemandian air panas Air di kawasan Daulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. 

TRIBUN-MEDAN.com,MERDEKA-Kepala Desa Semangat Gunung, Ahyar Ginting mengatakan dirinya sudah lama melarang warga untuk melakukan pungutan liar (pungli) kepada wisatawan yang datang ke pemandian Sidebuk-debuk.

Katanya, secara aturan, pengutipan uang berdalih retribusi itu tidak dapat dibenarkan.

“Sudah lama saya larang, enggak boleh.

Tapi ternyata masyarakat melakukan pengutipan ini,” kata Ahyar, Senin (22/2/2021).

Baca juga: Pungli Merajalela di Lokasi Wisata Sidebuk-debuk, Wisatawan Resah Minta Polisi Bertindak

Dia mengatakan, kemarin malam dirinya sempat bertemu dengan sejumlah pemuda yang melakukan pungli.

Dari penuturan para pemuda, pungli dilakukan atas dasar kecemburuan sosial.

Sebab, kata Ahyar, selama ini warga Desa Doulu, Kecamatan Berastagi lebih dulu melakukan pungli dengan dalih BUMDes.

Baca juga: Pejabat Dinas Koperasi Lakukan Pungli dan Penipuan, Inspektorat Siantar Minta Kepala Dinas Jujur

"Kalau dari lapangan saya dengar seperti itu, dan tadi malam mereka juga itu yang jadi masalah kenapa di desa sebelah bisa melakukan pengutipan, tapi di sini baru sekali kok sudah ribut," katanya.

Saat ditanya mengenai hasil pertemuan kemarin malam, Ahyar tak memberikan jawaban secara gamblang.

Dia menyebut pengutipan di kawasan pemandian Sidebuk-debuk masih berlanjut.

Halaman
123
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved