Breaking News:

Camat Mandoge Mengaku Tidak Mengetahui Kades Lakukan Pungli Rp 2 Juta Pembuatan SKT

Camat Mandoge, Kabupaten Asahan, Poniman mengaku tidak tahu menahu soal pungutan liar (pungli) sebesar Rp 2 juta untuk pembuatan SKT

Istimewa
Kepala Desa (Kades) Sei Kopas, Kabupaten Asahan, terjaring OTT terkait pungli pengurusan Surat Keterangan Tanah(SKT). FOTO: IlustrasiĀ  

TRIBUN-MEDAN.com, ASAHAN - Camat Mandoge, Kabupaten Asahan, Poniman mengaku tidak tahu menahu soal pungutan liar (pungli) sebesar Rp 2 juta untuk pembuatan Surat Keterangan Tanah (SKT) yang dilakukan.Kepala Desa Sei Kopas, Donal Nadapdap (46).

"Kalau itu saya ga tau kapan terjadi, tapi memang dia diamankan karena mengutip Rp 2 juta dalam pembuatan SKT," ujar Poniman, Rabu (24/2/2021).

Diketahui, Donal Nadapdap terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa (16/2/2021) lalu, di salah satu rumah makan di Jalan Sisingamangara, Kelurahan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan. 

Kata Poniman, pungli yang dilakukan Donal Nadapdap sama sekali tidak atas perintahnya.

"Perbuatannya pasti salah, tidak ada perintah seperti itu," ujarnya.

Lanjutnya, meskipun saat ini Kepala Desa Sei Kopas terkena OTT, belum ada rencana untuk mengangkat pelaksana tugas (Plt) Kades Sei Kopas.

"Belum, karena belum ada penetapan status dari kepolisian. Statusnya kan masih sidik," ujarnya.

Ditanyakan Tribun-Medan.com terkait pelayanan di desa, ia mengaku saat ini belum ada gangguan.

"Belum ada gangguan, tetap melayani," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang Kades di Kabupaten Asahan diamankan oleh unit Tindak Pidana Korupsi Polres Asahan karena telah melakukan pungli pengurusan Surat Keterangan Tanah(SKT). 

Halaman
123
Penulis: Alif Al Qadri Harahap
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved