Breaking News:

JEJAK KASUS Jenazah Wanita Dimandikan 4 Pria, Diwarnai Demo dan Petisi hingga Dihentikan Kejaksaan

Proses hukum terhadap empat pria petugas RSUD Djasamen Saragih yang memandikan jenazah wanita suspek Covid-19, akhirnya dihentikan oleh Kejaksaan

Tribun-Medan.com/Alija Magribi
Kepala Kejaksaan Negeri Pematangsiantar Agustinus Dososeputro menggelar konferensi pers terkait penghentian kasus pemandian jenazah wanita, di PTSP Kejari Siantar, Rabu (24/2/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com - Proses hukum terhadap empat pria petugas RSUD Djasamen Saragih yang memandikan jenazah wanita suspek Covid-19, akhirnya dihentikan oleh Kejaksaan Negeri Pematangsiantar.

Kasus ini sempat membuat kehebohan di publik, bahkan diwarnai aksi unjuk rasa agar penegak hukum melakukan proses hukum terhadap keempat pria tersebut.

Di sisi lain, muncul petisi di dunia maya yang mencapai belasan ribu tanda tangan supaya kasus tersebut dihentikan.

Keempat pria berinisial DAAY, ESPS, RS, dan REP itu, sempat ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Siantar.

Mereka dijerat Pasal 156A Jo Pasal 55 KUHP tentang Penistaan Agama.

Perkaranya kemudian dilimpahkan oleh penyidik Polres Siantar ke Kejaksaan.

Jaksa peneliti Kejari Siantar sudah menyatakan berkas perkara lengkap atau P-21. Artinya kasus itu bisa diteruskan ke tahap penuntutan di pengadilan.

Namun, kasus empat pria memandikan jenazah wanita tersebut tak sampai ke meja hijau.

Kejari Siantar menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) pada Rabu (24/2/2021).

Baca juga: Polres Siantar Tetapkan 4 Petugas Pemandi Jenazah RSUD Djasamen Saragih Sebagai Tersangka

Berikut fakta tentang kasus memandikan jenazah wanita di RSUD Djasamen Saragih:

Halaman
1234
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved