Breaking News:

Kecewa Kejari Siantar Hentikan Kasus Pemandian Jenazah, TIm Kuasa Hukum Akan Ajukan Praperadilan

Tim Kuasa Hukum Fauzi Munthe kecewa dengan langkah Kejari Pematangsiantar yang menghentikan kasus pemandian jenazah wanita oleh 4 pria non-muhrim

TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Efi Risa Junita (tengah) bersama tim kuasa hukum Fauzi Munthe menggelar press release untuk mengajukan praperadilan kasus pemandian jenazah, Kamis (25/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Tim Kuasa Hukum Fauzi Munthe kecewa dengan langkah Kejaksaan Negeri Pematangsiantar yang menghentikan kasus pemandian jenazah wanita oleh 4 tenaga pria non-muslim, lantaran dinyatakan tak cukup bukti.

Kata Fauzi Munthe, kasus ini sempat dinyatakan lengkap untuk disidangkan.

Bertempat di Kantor LBH Amanah Haq, Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, Kamis (25/2/2021) sore, salah satu kuasa hukum, Efi Risa Junita mempertanyakan dasar hukum kejaksaan.

"Bahwa perkara ini telah masuk tingkat P-21A yaitu berkas telah lengkap dapat dibuktikan dengan penyerahan barang bukti dan tersangka kepada JPU pada hari Kamis (18/2/2021) oleh penyidik Polri," ujar Efi.

Efi menilai perkara pidana ini sudah sempurna dan memenuhi unsur pidana, sehingga adalah hal yang tidak wajar mengapa bisa dihentikan.

Sebab, kata Efi, bila jaksa memandang perkara ini belum terbukti, kiranya bisa melengkapi berkas.

"Apabila pihak kejaksaan merasa perkara ini masih kurang bukti atau belum cukup bukti, maka seharusnya tindakan yang diambil adalah mengembalikan berkas (P-19) beserta petunjuk agar penyidik polri melengkapinya, bukan menghentikannya," ujar Efi.

Efi mengaku merasa aneh alasan kasus tidak memenuhi unsur seperti yang dilontarkan Kepala Kejaksaan Negeri Pematangsiantar Agustinus Wijono Dososeputro, mengingat kasus ini sempat dinyatakan lengkap oleh jaksa.

"Nggak cukup bukti dalam hal yang mana? Kalau saya melihat, jaksa yang menuntut ini adalah jaksa yang profesional. Dan kalaupun itu kesalahan mereka, itu internal mereka. Jangan merugikan keadilan orang lain," cetus Efi Risa.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved