Breaking News:

Masa Persiapan Tanam Padi, Petani di Toba Butuh Perhatian Khusus Dinas Pertanian,

Petani membutuhkan perhatian serius meliputi ketersediaan pupuk dan pengadaan alat pertanian. 

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/MAURITS
HAMPARAN sawah di Kabupaten Toba. Petani di kawasan Toba berharap perhatian serius dari pihak Dinas Pertanian Kabupaten Toba. 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE – Para petani di kawasan Toba berharap perhatian serius dari pihak Dinas Pertanian Kabupaten Toba.

Seorang petani yang juga bendahara kelompok tani, Sumihar Tambunan (38) menuturkan mayoritas petani yang berada di kawasan Tambunan sedang menjalani masa persiapan penanaman padi. Dalam tahapan ini, pihaknya mengkhawatirkan ketersediaan pupuk subsidi.

Mereka juga membutuhkan perhatian serius meliputi: ketersediaan pupuk dan pengadaan alat pertanian. 

“Kami berada di Tambunan. Saat ini kami sedang pada tahapan proses persiapan tanam atau mengolah tanaman. Sebentar lagi, kita akan menanam. Kalau masalah ketersediaan pupuk, kita tergantung dari pihak Dinas Pertanian. Kalau ada yang tersedia, kita ambil. Namun, kalau ketersediaan tidak ada, kita mesti beli dari harga yang biasa,” ujar Sumihar Tambunan saat dikonfirmasi Tribun-Medan.com, Kamis (25/2/2021).

“Itu kan semua sesuai dengan prosedur yang sudah ada di Kementan. Kalau pupuk yang tersedia di kios itu, itu bisa diambil sesuai dengan ketersediaan. Kadang-kadang di bulan-bulan tertentu, ketersediaan pupuk sangat terbatas,” sambung Sumihar Tambunan.

Sumihar mengatakan, dirinya yakin, ketersediaan pupuk bisa menjadi masalah karena musim tanam setiap kelompok tani pun variatif. Artinya, mereka kadang melakukan penanaman padi bisa hingga dua kali dalam setahun.

"Kalau di tempat kita ini ada dua kali. Kelompok kita sudah terdaftar dalam data Kementan. Dan kita para petani hanya mengambil pupuk saat membutuhkan saja. Kalau tidak, enggaklah kita ambil atau beli,”  kata Sumihar Tambunan. 

Selain masalah ketersediaan pupuk, katanya, ketersediaan finansial para petani di saat membutuhkan pupuk pun mampu memengaruhi keberhasilan pertanian mereka. Kelompok tani yang berjumlah 60 an ini memiliki luas lahan sekitar 40 hektar.

Selain ketersediaan pupuk, pihaknya juga menyoal seputar alat pertanian yang sudah diberikan oleh Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian. 

“Selain ketersediaan pupuk, kami juga berharap  Dinas Pertanian juga memperhatikan bagaimana alat pertanian yang senaniasa bisa digunakan. Kadang alat itu mengalami kerusahakan. Seperti situasi ini, kita sudah dua bulan tidak bisa menggunakan traktor yang telah diberikan kepada kelompok tani,” ujar Sumihar Tambunan. 

Ditambahkannya, dari kelompok tani itu ada empat jenis pupuk yang dibutuhkan seperti pupuk Urea, Phonska, ZA, dan SP-36.

"Kadang pupuk ini langka ketika kita butuh pupuk itu, nah itulah yang kita alami. Dan sekarang, saya belum tahu HET nya,” pungkasnya. (cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved