Breaking News:

BERITA FOTO Petani Karo Memanfaatkan Cahaya Lampu Untuk Percepat Buah Naga Berbuah

Berbagai upaya dilakukan petani buah naga di Karo untuk meraup untuk sebelum panen raya. Mereka memacu produksi buah naga dengan bantuan cahaya lampu.

TRIBUN MEDAN
Petani memanfaatkan cahaya lampu pada tanaman buah naga di area pertanian Desa Tiga Pancur, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (24/2/2021).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Tanaman buah naga sedang menjadi primadona para petani di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Jumat (26/2/2021).

Berbagai upaya dilakukan petani buah naga di Karo untuk meraup untuk sebelum panen raya. Mereka memacu produksi buah naga dengan bantuan cahaya lampu.

Inovasi petani buah naga memanfaatkan bola lampu pada malam hari dianggap seperti simbiosis mutualisme. PLN mendapatkan pelanggan yang semakin merata karena kebun-kebun buah naga berada di tanah luas yang jauh dari permukiman padat penduduk.

Petani memanfaatkan cahaya lampu pada tanaman buah naga di area pertanian Desa Tiga Pancur, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (24/2/2021).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Petani memanfaatkan cahaya lampu pada tanaman buah naga di area pertanian Desa Tiga Pancur, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (24/2/2021).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Sedangkan para petani bisa meningkatkan produksi panennya sampai tiga kali lipat dari biasanya setelah menggunakan listrik sebagai penerangan di malam hari.

Petani buah Naga Eddy Sitepu, selama 2,5 tahun terakhir ia menanam buah naga. Kini ia mempunyai 8000 meter lahan di desa ini untuk menanam buah naga dimana setengahnya kini sudah menghasilkan buah.

Edy mengatakan dari sisi perawatan, buah naga jauh lebih praktis. Pupuk yang digunakan juga lebih sedikit. Bila jeruk harus disemprot pestisida lima hingga 10 hari sekali, buah naga maksimal hanya tiga kali sebulan.

"Dari sisi biaya juga lebih murah. Rata-rata biaya perawatannya satu pokok buah naga hanya Rp 25 ribu per batang. Sedangkan jeruk bisa Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per batangnya," terangnya.

Petani memanfaatkan cahaya lampu pada tanaman buah naga di area pertanian Desa Tiga Pancur, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (24/2/2021).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Petani memanfaatkan cahaya lampu pada tanaman buah naga di area pertanian Desa Tiga Pancur, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (24/2/2021).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Jika cuaca bagus buah naga ini bisa berbuah semakin banyak. Kondisi tanah harus stabil antara kering dan lembabnya. Untuk itu jika musim kemarau, Eddy harus menyemprotkan tanaman dengan air di malam hari.

"Lalu saat merangsang bunga kita harus hidupkan lampu pijar selama satu bulan supaya hangat dan buahnya berhasil. Memang buah ini umumnya tumbuh di dataran rendah, itulah fungsinya lampu biar hangat," katanya.

Sinar lampu ini membantu pohon buah naga berbunga dan berbuah di luar musim. Sinar ultraviolet yang dipancarkan lampu membantu Fotosintesis batang dan memunculkan bunga disela duri tanaman kaktus itu, sambung Edy.(sky/tribun-medan.com)

Penulis: Risky Cahyadi
Editor: Risky Cahyadi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved