Breaking News:

News Video

Bupati Karo Terpilih Cory Beru Sebayang: di Karo Sudah Tumbuh Pohon Kurma

Bupati Karo terpilih Cory beru Sebayang menjelaskan kalau di Kabupaten Karo sudah tumbuh kurma dan berbuah lebat

Editor: Hendrik Naipospos

Wakil Bupati Karo Cory beru Sebayang berbicara dengan Tribun Medan jelang pelantikannya sebagai Bupati Karo 2021-2024

TRIBUN-MEDAN.com - Karir politik Cory beru Sebayang terus melejit

Wakil Bupati Karo ini akan dilantik sebagai Bupati Karo didampingi Theopilus Ginting pada April 2021.

Di usianya jelang 70 tahun, perempuan kelahiran 21 Maret 1952, ini terus menjaga kebugaran tubuh seperti berolahraga dan pola makan sehat.

Dia juga berjanji akan rutin blusukan ke desa-desa di Kabupaten Karo.

Targetnya mengunjungi tiga desa dalam sepekan agar mengetahui perkembangan setiap wilayahnya seperti inovasi pertanian tumbuhnya kurma di Kabupaten Karo.

"Umpamanya sekarang, di Karo sudah ditanam pohon kurma, padahal tumbuhnya (kurma) di daerah gurun. Petani kita sudah menanam dan subur. Sudah saya tinjau, jangan sampai orang nanya saya tidak tahu," jelasnya.

Baca juga: Akui Biaya Politik untuk Pilkada Tinggi, Bupati Karo Terpilih Cory beru Sebayang Janji Tidak Korupsi

Selain ingin mengetahui kondisi terkini pertanian dan aktivitas di Karo, kunjungan ke desa-desa juga untuk memberikan sosialisasi kepada warga.

"Ada hal-hal tertentu yang saya sampaikan kepada masyarakat agar mereka bisa memilih apa yang terbaik," sambungnya.

Wakil Bupati Karo Cory br Sebayang, menerima kunjungan dari Harian Tribun Medan, di Kantor Bupati Karo, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Kamis (25/2/2021).
Wakil Bupati Karo Cory br Sebayang, menerima kunjungan dari Harian Tribun Medan, di Kantor Bupati Karo, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Kamis (25/2/2021). (Nasrul/ Tribun Medan)

Baca juga: Sosok Cory Beru Sebayang, Bupati Wanita Pertama di Sumatera Utara

Disinggung mengenai tingginya kasus korupsi di Sumatera Utara, Cory beru Sebayang berjanji tidak akan masuk dalam lingkar 'setan' itu.

Ia mengakui cost politik petarungan di pilkada tidak sedikit, tapi ia tidak berpikir untuk mengembalikan uang yang dikeluarkan selama kampanye.

"Saya harus bercerita pilkada ini bukan dana sedikit, dan yang keluar jangan harap kembali. Tujuan saya bukan ke situ (uang), tapi bagaimana di usia yang senja ini bisa berbuat di Tanah Karo ini. Bukan berarti gak butuh uang tapi bukan itu yang nomor satunya," pungkasnya.

(cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved