Breaking News:

News Video

Kapal Tanker Iran dan Panama Tertangkap Tangan Melakukan Transfer Bahan Bakar di Perairan Indonesia

Dua kapal tanker berbendera Iran dan Panama tertangkap tangan telah melakukan transfer bahan bakar di perairan Indonesia.

Editor: Bobby Silalahi

TRIBUN-MEDAN.com, Dua kapal tanker berbendera Iran dan Panama tertangkap tangan telah melakukan transfer bahan bakar di perairan Indonesia beberapa waktu lalu. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Keamanan Laut RI Laksamana Madya TNI Aan Kurnia.

Setelah didalami, kata Aan, ternyata dua kapal tersebut juga telah melakukan sejumlah pelanggaran lain.

Pelanggaran tersebut, kata Aan, di antaranya melakukan pencemaran lingkungan, tidak mengibarkan bendera, menutup nama kapal, dan ditemukan senjata api di kapal tersebut.

"Dua kapal yang berbendera Iran dan Panama ini betul yang tadi disampaikan Bapak Menko (Polhukam), bahwa kedua kapal ini tertangkap tangan sedang melaksanakan ship to ship atau transfer bahan bakar dan lokusnya atau tempatnya adalah di perairan Kepulauan yang mana ini berlaku kedaulatan Indonesia dan berlaku hukum nasional," kata Aan dalam keterangam video dari Tim Humas Kemenko Polhukam pada Jumat (26/2/2021).

Aan mengatakan saat ini sejumlah penyidik dari kementerian dan lembaga terkait tengah mendalami lagi terkait dua kapal tanker tersebut.

"Ahamdulillah sekarang sedang didalami oleh teman-teman penyidik dari teman-teman kementerian dan lembaga terkait," kata Aan.

Diberitakan sebelumnya Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI mengamankan dua kapal berjenis motor tanker (MT) yang diduga melakukan transfer bahan bakar minyak (BBM) ilegal di perairan Pontianak pada Minggu (24/1/2021).

Kabag Humas dan Protokol Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita mengatakan proses pengamanan tersebut dilakukan saat KN Marore-322 yang dikomandani Letkol Bakamla Yuli Eko Prihartanto sedang melaksanakan Operasi Keamanan dan Keselamatan Laut Dalam Negeri "Trisula-I/21.

Saat melaksanakan patroli, kata Wisnu, pukul 05.30 WIB KN Marore-322 mendeteksi kontak radar diam dengan indikasi AIS dimatikan pada baringan 260 jarak 17NM posisi 00° 02' U - 107° 37' T.

Guna memastikan, Eko kemudian memerintahkan untuk bergerak mendekati kontak dengan kecepatan 16 knot.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved