Breaking News:

Ledy Simamora (29) Histeris Melihat Jenazah Suaminya, Pratu Martinus Sinurat Tewas Ditembak di Cafe

Aksi koboi Bripka Cornelius Siahaan di RM Kafe Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis dini hari sekitar jam 4.00 pagi, menewaskan tiga orang

ISTIMEWA
Keluarga korban penembakan di RM Cafe histeris melihat jenazah suaminya.(kiri). Pelaku penembakan Bripka Cornelius Siahaan (orange). Jenazah Pratu Martinus Rikardo Sinurat ( kanan). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bertindak tegas pada anggotanya Bripka Cornelius Siahaan yang menembak mati prajurit Kostrad TNI AD Pratu Martinus Riski Kardo Sinurat dan dua karyawan RM Kafe Cengkareng Jakarta Barat, Feri Saut Simanjuntak dan Dorman Manik, Kamis (25/2/2021) dini hari.

Aksi koboi Bripka Cornelius Siahaan di RM Kafe Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis dini hari sekitar jam 4.00 pagi, menewaskan tiga orang yakni Pratu Martinus Riski Kardo Sinurat, Feri Saut Simanjuntak dan Doran Manik.

Sedangkan manajer RM Kafe bermarga Hutapea menderita luka-luka. 

Kapolri Jenderal Listyo langsung memecat anggota Buser Reskrim Polsek Kalideres tersebut dari Korps Bhayangkara.

Pemecatan Bripka Cornelius Siahaan diperintahkan Kapolri Jenderal Listyo lewat Surat Telegram Kapolri dengan nomor ST/396/II/HUK.7.1/2021.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono mengatakan, terdapat lima arahan Kapolri dimaksud sebagai antisipasi tidak ada lagi kejadian serupa.

"Iya, betul. (Instruksi Kapolri, red) sebagai langkah antisipasi peristiwa serupa tak terjadi lagi, sekaligus untuk menjaga soliditas dengan TNI yang selama ini berjalan baik," kata Argo di Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Personel Propam Polda Metro Jaya menggiring Bripka Cornelius Siahaan selesai dihadirkan dalam konferensi pers, Kamis (25/2/2021).
Personel Propam Polda Metro Jaya menggiring Bripka Cornelius Siahaan selesai dihadirkan dalam konferensi pers, Kamis (25/2/2021). (TribunJakarta.com/Bima Putra)

Arahan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri dengan nomor ST/396/II/HUK.7.1/2021, yaitu:

1. Menindak tegas anggota Polri yang terlibat dalam kejadian tersebut dengan melaksanakan proses pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dan proses pidana.

2. Secara proaktif terus meningkatkan sinergitas antara polri dan TNI melalui kegiatan operasional terpadu kemudian keagamaan kemudian olahraga bersama kemudian kolaborasi giat sosial atau kemasyarakatan.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved