Breaking News:

PERINTAH Tegas Kapolri setelah Bripka Siahaan Tembak Mati Pratu Sinurat dan 2 Karyawan RM Kafe

PERINTAH Tegas Kapolri setelah Anggotanya Bripka Siahaan Tembak Mati Pratu Sinurat dan 2 Karyawan RM Kafe

HO / Tribun Medan
PERINTAH Tegas Kapolri setelah Bripka Siahaan Tembak Mati Pratu Sinurat dan 2 Karyawan RM Kafe . PERINTAH Kapolri setelah Anggotanya Bripka Siahaan Tembak Mati Pratu Sinurat dan 2 Karyawan RM Kafe . Pratu Martinus Riski Kardo Sinurat 

TRIBUN-MEDAN.COM - PERINTAH Tegas Kapolri setelah Bripka Siahaan Tembak Mati Pratu Sinurat dan 2 Karyawan RM Kafe 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bertindak tegas pada anggotanya Bripka Cornelius Siahaan yang menembak mati prajurit Kostrad TNI AD Pratu Martinus Riski Kardo Sinurat dan dua karyawan RM Kafe Cengkareng Jakarta Barat, Feri Saut Simanjuntak dan Dorman Manik, Kamis (25/2/2021) dini hari.

Aksi koboi Bripka Cornelius Siahaan di RM Kafe Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis dini hari sekitar jam 4.00 pagi, menewaskan tiga orang yakni Pratu Martinus Riski Kardo Sinurat, Feri Saut Simanjuntak dan Doran Manik.

Sedangkan manajer RM Kafe bermarga Hutapea menderita luka-luka. 

Kapolri Jenderal Listyo langsung memecat anggota Buser Reskrim Polsek Kalideres tersebut dari Korps Bhayangkara.

Pemecatan Bripka Cornelius Siahaan diperintahkan Kapolri Jenderal Listyo lewat Surat Telegram Kapolri dengan nomor ST/396/II/HUK.7.1/2021.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono mengatakan, terdapat lima arahan Kapolri dimaksud sebagai antisipasi tidak ada lagi kejadian serupa.

"Iya, betul. (Instruksi Kapolri, red) sebagai langkah antisipasi peristiwa serupa tak terjadi lagi, sekaligus untuk menjaga soliditas dengan TNI yang selama ini berjalan baik," kata Argo di Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Personel Propam Polda Metro Jaya menggiring Bripka Cornelius Siahaan selesai dihadirkan dalam konferensi pers, Kamis (25/2/2021).
Personel Propam Polda Metro Jaya menggiring Bripka Cornelius Siahaan selesai dihadirkan dalam konferensi pers, Kamis (25/2/2021). (TribunJakarta.com/Bima Putra)

Arahan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri dengan nomor ST/396/II/HUK.7.1/2021, yaitu:

1. Menindak tegas anggota Polri yang terlibat dalam kejadian tersebut dengan melaksanakan proses pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dan proses pidana.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved