SPBU di Bandara International Kualanamu Ditargetkan Selesai 2022

Teranyar akan ada pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Area Kebandarudaraan Kualanamu seluas 4.980 m2. 

Tribun Medan/HO
Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang. Akan ada pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Area Kebandarudaraan Kualanamu seluas 4.980 m2. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - PT Angkasa Pura Aviasi selaku anak usaha PT Angkasa Pura II  (Persero) saat ini terus berupaya melakukan kegiatan pengembangan bisnis di Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang.

Teranyar akan ada pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Area Kebandarudaraan Kualanamu seluas 4.980 m2. 

SPBU ini ditargetkan akan selesai tahun 2022. Hal ini guna meningkatkan pelayanan bagi pengguna jasa dan para mitra usaha dalam mendukung operasional kebandarudaraan. 

Tidak hanya itu saja, dengan adanya SPBU nanti akan menjadi salah satu pelengkap fasilitas untuk mempermudah alat transportasi darat menuju Bandara maupun sebaliknya.

SPBU ini juga sebagai salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan dan memberikan kemudahan akses bagi para pelanggan dalam mengisi bahan bakar berkualitas.

Selain itu diharapkan dengan adanya SPBU ini diharapkan dapat berkontribusi dalam percepatan mendukung Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan sebagai upaya untuk menciptakan lapangan pekerjaan dimasa pandemi Covid 19. 

"Pada saat situasi pandemi COVID 19 seluruh industri penerbangan sangat berdampak namun, hal itu tidak menjadi pantang surut bagi kami selaku anak usaha PT Angkasa Pura II (Persero) yang di percaya untuk mencari calon mitra strategis dalam pengembangan dan pengoperasiaan Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang," ujar Direktur PT Angkasa Pura Aviasi Haris, Jumat (26/2/2021).

Nantinya, PT Angkasa Pura II dan mitra strategis akan menjadi pemegang saham di PT Angkasa Pura Aviasi yang menjadi pengelola Bandara Kualanamu. 

Haris mengatakan perseroan bersama mitra strategis akan berperan dalam melakukan investasi, mengembangkan, meningkatkan fasilitas, hingga mengoperasikan serta melakukan pemeliharaan Bandara Internasional Kualanamu dalam jangka waktu 25 tahun. 

“PT Angkasa Pura II tengah mencari mitra strategis untuk bersama-sama memajukan dan mempercepat pengembangan Bandara Internasional Kualanamu," katanya  

Mitra strategis berkelas global dibutuhkan untuk mencapai 3E yaitu Expansion the traffic (Meningkatkan trafik penerbangan internasional), Expertise sharing (Berbagi keahlian dalam pengelolaan bandara yang berkelas dunia) dan Equity partnership (Pemenuhan kebutuhan pendanaan secara cepat melalui kemitraan strategis).

Haris mengatakan bersama mitra strategis, pihaknya yakin Bandara Kualanamu dapat membangun jaringan penerbangan yang kuat untuk memposisikan sebagai international hub di bagian barat Indonesia dengan berbagai infrastruktur pendukung.

"PT Angkasa Pura II bersama anak usaha yaitu PT Angkasa Pura Aviasi dan pemerintah kami akan terus berkolaborasi dengan stakeholder dalam percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tengah pandemi melalui Kebandarudaraan Kualanamu wilayah barat," katanya. 

Selain itu, pengembangan Kualanamu juga mengarah ke konsep Aerocity dengan berbagai gedung komersial di atas lahan 200 hektare antara lain theme park, logistic park, factory outlet, maintenance repair & overhaul (MRO) facility serta komplek perdagangan.

Kata Haris berbagai infrastruktur juga telah dioperasikan untuk mendukung Kualanamu seperti kereta bandara dan jalan tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi. 

"Melalui pengembangan yang masif, Bandara Kualanamu saat ini status bintang 4 dari Skytrax, diposisikan sebagai hub penerbangan internasional di masa mendatang dengan target mendekati bintang 5," pungkasnya

(sep/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved