Breaking News:

Wanita Tewas Dipinggir Jalan

TERUNGKAP Oknum Polisi Bunuh 2 Gadis Kerap Bermasalah, Sering Pindah-pindah Tugas: Sering tak Masuk

PEMBUNUH dua wanita yang mayatnya dibuang di pinggir jalan ternyata oknum polisi yang sehari-hari bertugas di Polres Pelabuhan Belawan.

TRIBUN MEDAN/VICTORY
SUASANA di rumah duka korban Rizka Fitria (21) di Lorong V Kelurahan Bagan Deli, Medan Labuhan. 

TRIBUN-MEDAN.COM - PEMBUNUH dua wanita yang mayatnya dibuang di pinggir jalan ternyata oknum polisi yang sehari-hari bertugas di Polres Pelabuhan Belawan

Adapun dua wanita korban pembunuhannya adalah Rizka Fitria dan Aprilia Cinta. 

Dua wanita ini saling bertetangga dan selama ini dikenal sangat dekat. 

Foto Repro Riska semasa hidup, satu di antara 2 wanita yang ditemukan tewas. Tubuh Riska ditemukan tak bernyawa di Jalinsum kawasan Lingkungan Pasiran Kecamatan Perbaungan Sergai. 
Foto Repro Riska semasa hidup, satu di antara 2 wanita yang ditemukan tewas. Tubuh Riska ditemukan tak bernyawa di Jalinsum kawasan Lingkungan Pasiran Kecamatan Perbaungan Sergai.  (Istimewa)

Kedua wanita ini pergi meninggalkan rumah secara bersama-sama pada Sabtu (20/2/2021). 

Dan, keduanya ditemukan tidak bernyawa pada Senin (22/2/2021). 

Jenazah Rizka Fitria pertama kali ditemukan sopir truk pada Senin (22/2/2021) sekira pukul 01.30 WIB di Jalan Lintas Sumatera Kecamatan Perbaungan, Serdangbedagai. 

Jenazah ditemukan dengan mengenakan kemeja hitam. 

Baca juga: Moeldoko Ingatkan Pihak Demokrat tak Menekan Dirinya, Andi Arief Cetus: Kok Kenapa Merasa Ditekan

Baca juga: Gibran Rakabuming Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Begini Penampilannya Bersama Sang Istri Selvi Ananda

Sementara Jenazah Aprilia Cinta ditemukan di Kelurahan Pulo Brayan Kota, Medan Barat pada Senin (22/2/2021) pagi dengan pakaian loreng-loreng cokelat.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, oknum Polisi ini bertugas di Polres Belawan dan berpangkat Aipda.

"Pada 24 Febuari lalu, kita sudah mengidentifikasi pelaku dan kita kejar dan sudah diamankan. Pelaku adalah seorang oknum Polisi," kata dia, Kamis (25/2/2021).

MP mengatakan, pelaku membunuh dua wanita sekaligus, lantaran motif sakit hati.

"Motifnya karena sakit hati," ungkapnya.

Dari pemeriksaan awal polisi Aipda Roni Saputra ternyata mencekik Rizka Fitria dan Aprillia Cinta hingga tewas.

Menurut informasi, sakit hati ini dilatarbelakangi karena korban Rizka Fitria mendatangi tersangka oknum Polres Pelabuhan Belawan yang sedang berjaga untuk menanyakan titipan tahanan di Rumah Tahanan Polisi (RTP).

Tersangka yang berat hati diminta untuk mengecek oleh Fitria, akhirnya enggan melakukan pengecekan.

Kemudian, Rizka Fitria bersama dengan Aprilia Cinta mendatangi tersangka, untuk menanyakan pengecekan tahanan itu, namun terjadi cekcok di antara mereka.

"Ketika korban menanyakan prihal titipannya bersama seorang wanita temannya kepada tersangka, terjadi ketersinggungan hingga membuat oknum tersebut sakit hati," kata Kasubid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Kamis (25/2/2021).

Tersangka yang kesal, kemudian membuat pertemuan dengan Rizka Fitria dan Aprillia Cinta, untuk mempertanyakan mengenai cekcok di Polres Pelabuhan Belawan.

Akan tetapi, pelaku yang tidak tahan lagi akhirnya mencekik satu persatu korban hingga tewas.

Untuk sementara, MP Nainggolan belum dapat menjelaskan di mana lokasi pembunuhan itu terjadi.

Namun, setelah dibunuh, kedua jasad dibuang secara terpisah untuk mengelabuhi polisi, bahwa itu bukan korban pembunuhan.

Saat ini, sambung Nainggolan, tersangka telah diamankan di Mapolres Pelabuhan Belawan. Aipda tersebut ditangkap di kediamannya kawasan Medan Marelan.

"Ditangkap di rumahnya, kawasan Marelan," pungkas Nainggolan.

Polisi Bermasalah

Aipda Roni Saputra adalah polisi yang bertugas di Sabhara Polres Belawan.

Dia diketahui baru dua tahun bertugas di Polres Belawan.

Sebelum bertugas di Polres Belawan, ia sempat bertugas di Polres Toba tepatnya  di Polsek Balige.

Briptu Tetty Manurung, seorang Polwan di Polres Toba membeberkan bagaimana tingkah laku pelaku selama bertugas di Toba.

"Sering bermasalah juga selama di Toba,"ujar Polwan yang bertugas di Unit Res Narkoba Polres Toba ini dihubungi Tribun Medan, Kamis (25/2/2021).

Kata Tetty, dulunya Rony sempat bertugas selama empat tahun di Polres Toba. Yakni, di Polsek Balige dan Shabara Polres Toba.

Dua tahun belakangan, Rony pun pindah tugas ke Polres Belawan. Selama di Toba, menurut Bripda Tetty, Rony juga polisi yang jarang masuk.

"Sering tidak masuk, sekali masuk udah dihukum," kata Tetty.

(*)

Editor: jefrisusetio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved