Breaking News:

Kawasan Hutan Lindung di Jalan Alternatif Medan-Berastagi, Gubernur Sumut akan Menghadap Menteri

Pembukaan jalur alternatif yang melintasi wilayah Medan-Tuntungan-Kutalimbaru-Tandukbenua-Sembaikan-Berastagi saat ini masih terkendala perizinan.

Tribun-Medan.com/Mustaqim Indra Jaya
GUBERNUR Sumut, Edy Rahmayadi. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi dalam waktu dekat akan menghadap ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, terkait status hutan lindung di jalur alternatif Medan-Berastagi, Kabupaten Karo.

Gubernur Edy mengatakan, pembukaan jalur alternatif yang melintasi wilayah Medan-Tuntungan-Kutalimbaru-Tandukbenua-Sembaikan-Berastagi saat ini masih terkendala masalah perizinan penggunaan kawasan hutan sepanjang 5 kilometer dari Kementerian LHK.

"Itu sebenarnya sudah jadi (jalur alternatif). Hanya persoalannya ada kurang lebih 5 kilometer masih status hutan lindung. Untuk merubah status, akan dibuatkan surat nanti. Saya akan menghadap ke Menteri Siti Nurbaya, Menteri LHK," jelas Edy, Sabtu (27/2/2021).

Menurut Edy, selama masih berstatus hutan lindung, maka Pemrpov Sumut maupun pemda setempat tidak akan bisa mengalokasi anggaran dari masing-masing APBD untuk meningkatkan kualitas jalur alternatif tersebut.

"Kalau itu masih berstatus hutan lindung kan nggak bisa uang APBD dikerahkan ke situ. Tapi jalan itu jalan sangat strategis untuk jalan alternatif ke Berastagi," sebutnya.

Lanjut orang nomor satu di Pemprov Sumut itu, jalur alternatif tersebut menjadi prioritas, karena Kota Berastagi akan menjadi salah satu kawasan logistik berupa bahan pangan dan sayur-sayuran, bagi Sumut. Sehingga dibutuhkan infrastruktur jalan yang mumpuni untuk mendukung kawasan tersebut.

"Nah, ke depan ini berastagi itu kan tempat logistiknya Sumut. Ada dua tempat logistik di Sumut, satu di Berastagi, Kabupaten Karo dan satu di Humbahas," ungkap Edy.

Terkait jalur alternatif Medan-Berastagi ini, Edy Rahmayadi pada Selasa (23/2/2021) telag menggelar rapat bersama Bupati Karo Terkelin Brahaman dan Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, di Rumah Dinas Gubernur di Jalan Sudirman Medan.

Rute jalur alternatif ini diketahui lebih pendek dibadingkan jalur utama Medan-Berastagi yang telah ada selama ini. Jalur alternatif itu memiliki panjang 55,87 kilometer, sedangkan jalur yang ada saat ini panjangnya mencapai 76 kilometer.

Bupati Terkelin menyebutkan, jalur alternatif juga lebih landai dibandingkan dengan jalur utama Medan-Berastagi selama ini.

"Kalau jalur Kutalimbaru itu lebih landai dan sudah jalur eksisting sekitar 43 Km, sisanya kita masih harus membuka jalur hutan, karena itu kita meminta bantuan gubernur untuk mendapatkan izin membuka  jalur di kawasan hutan sepanjang kurang lebih 5 Km," kata Terkelin.(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved