Breaking News:

Mengenal Sosok Hilde Hutapea, Berangkatkan Pelajar dari Toba ke Jerman Bermodal Kursus Bahasa

Dengan penuh semangat, ia mengisahkan bahwa yayasan ini sudah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pada tahun 2017.

Maurits / Tribun Medan
Sosok Hilde Hutapea 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE – “Dengan kursus ini, sejumlah anak-anak di Toba dapat meniti karir di Jerman. Dengan penghidupan yang lebih layak, ia akan juga berupaya membantu orang lain,” ungkap seorang pendiri Yayasan Persahabatan German – Indonesia (YPGI) Hilde Hutapea sambil menyeruput kopi pada Sabtu (27/2/2021) di Balige.

Dengan penuh semangat, ia mengisahkan bahwa yayasan ini sudah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pada tahun 2017. Hingga saat ini, program dalam yayasan ini masih berjalan.

“Pendirian kursus bahasa Jerman ini berangkat dari empati terhadap para kaum muda kita di Toba ini yang punya talenta namun kerap gagal akibat tak ada biaya. Inilah yang membuat saya berupaya membuka komunikasi dengan Jerman dan terlebih dahulu mempersiapkan para kaum muda dengan bahasa Jerman,” sambung Hilde Hutapea.

Ia mengulang ingatannya, bermodalkan pernah tinggal di Jerman selama 6 tahun, ia ingin kaum muda Indonesia, khususnya kawasan Toba dapat menikmati hidup di Jerman dengan pendidikan gratis sembari bekerja. Kerinduan ini sudah lama ada, namun tiga tahun terakhir ini baru kesampaian.

Dengan kursus selama 6 bulan, masing-masing pelajar akan diberangkatkan ke Jakarta untuk ikuti test kemampuan bahasa Jerman lalu berangkat ke Jerman. Persahabatan Jerman dan Indonesia ini terjalin dengan baik dengan adanya pengalaman tinggal di Jerman sejak tahun 1975 hingga 1981.

Ibu tiga anak ini menyampaikan bahwa para pelajar yang diberangkatkan ke Jerman itu dikhususkan untuk tenaga kerja perhotelan dan kesehatan. Debgan demikian, pihak negara Jerman menyediakan pembiayaan pendidikan dan kebutuhan hidup selama berada di Jerman.

“Orang tua mereka tak perlu kirimkan biaya setelah mereka berada di Jerman. Di sana, mereka mendapatkan penghidupan yang layak serta biaya pendidikan secara gratis. Dan bahkan mereka yang sudah ada di sana, mereka berikan bantuan bagi anak-anak di kawasan Toba ini,” lanjut Hilde Hutapea.

Para pelajar yang sudah dipersiapkan tersebut sudah diakui oleh lembaga pemerintahan Jerman. Kini, telah ada 41 orang dari kawasan Toba yang diberangkatkan ke Jerman dan sudah mengalami pendidikan serta bekerja di sana. Bahkan, German Education tersebut sudah mendidik 424 orang yang siap bekerja.

“Kalau di sini itu kita buat tempat kursusnya di Jalan Paindoan, Lumban Raja, Balige. Dan kini tetap lakukan kursus agar para pelajar di Toba ini mampu kuasai bahasa Jerman dan siap berangkat ke Jerman. Secara umum, para pelajar yang datang ke sana adalah orang yang gigih walaupun tak semuanya mampu secara finansial,” sambungnya.

Perempuan kelahiran tanggal 12 September 1964 ini mengisahkan bahwa keluarganya pernah tinggal di Jerman selama enam tahun karena ayahnya seorang pendeta dan memiliki kesempatan tinggal di Jerman.

Halaman
12
Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved