Breaking News:

Update Covid19 Sumut 27 Februari 2021

RSUD Djasamen Saragih Diduga Pulangkan Pasien Meninggal Berstatus Covid-19 Secara Normal

Seorang warga bernama Johan merasa resah dengan adanya pasien yang meninggal dunia dengan status Covid-19, justru dipulangkan rumah sakit.

HO
RSUD Djasamen Saragih, Pematangsiantar. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar mendapat isu tak sedap terkait dugaan manipulasi data status pasien terkonfirmasi Covid-19 menjadi negatif Covid-19.

Pasalnya, akibat kasus ini warga di tempat tinggal pasien khawatir ada penularan virus di wilayahnya.

Informasi yang diterima wartawan Tribun-Medan.com, seorang warga bernama Johan merasa resah dengan adanya pasien yang meninggal dunia dengan status Covid-19, justru dipulangkan rumah sakit seperti pasien normal.

Bahkan diperoleh informasi, pihak keluarga sempat menggelar prosesi persemayaman dengan adat Batak selama tiga hari berturut, 27-29 Januari 2021 di Jalan Parapat Km 6, Kelurahan Tong Marimbun, Kecamatan Siantar Marimbun tepatnya di Kampung Parpasiran.

"Saya melaporkan bidan Puskesmas Matio bernama DHH, yang mana ayahandanya bernama Hotbatahan Hutagaol dirawat di RSUD Djasamen pasien Covid dengan meninggal dunia saat hasil rapid antigen positif dan disusul hasil sean positif," kata Johan saat dikonfirmasi, Sabtu (27/2/2021).

Johan mengaku, dirinya adalah salah satu pelayat di sana waktu itu. Ia kemudian merasa turut terjebak dan terancam kesehatannya akibat tindakan pihak rumah sakit.

Menurutnya, ada dugaan persekongkolan dengan tenaga kesehatan yang merupakan salah seorang anggota keluarga pasien.

Padahal, mengubah data, ujarnya merupakan merupakan sebuah tindak pidana sebagaimana dalam undang-undang wabah penyakit dan melanggar protokol kesehatan.

Atas dugaan itu, Johan mengaku sudah menyampaikannya kepada Wali Kota Pematangsiantar, Satgas Covid-19 Siantar, Kapolri, Kementerian Kesehatan RI dan Ombudsman RI.

"Berarti kan, mereka dengan sadar dan akal sehatnya membawa dan menularkan virus Covid ke semua yang datang melayat. Pidana pertama pemalsuan surat hasil lab oleh dokter Harlen (dokter di RSUD). Pidana kedua melaksanakan adat pemakaman sementara pasien Covid," ujarnya 

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved