Breaking News:

Update Covid19 Sumut 27 Februari 2021

Vaksinasi Pelayan Publik Segera Dimulai, 400 Orang Divaksin di Pasar dan Terminal Kota Medan

Kegiatan ini sebagai bentuk untuk sosialisasi kepada masyarakat mengenai vaksinasi yang akan diterima oleh masyakarat diluar nakes.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/KARTIKA
PEDAGANG pasar saat mengantre untuk registrasi ulang vaksinasi Covid-19 di pelataran Pasar Sei Sikambing Medan, Sabtu (27/2/2021). 

Tribun-Medan.com, Medan - Vaksinasi tahap kedua untuk pelayan publik akan segera dimulai bulan Maret mendatang. 

Untuk menggaungkan vaksinasi tersebut, Pemko Medan mengadakan vaksinasi di empat titik, diantaranya Terminal Terpadu Amplas, Pasar Titi Kuning, Pasar Sei Sikambing, dan Terminal Terpadu Pinang Baris hari ini, Sabtu (27/2/2021).

Ketua Satgas Covid-19 Medan, Mardhohar Tambunan mengatakan, kegiatan vaksinasi yang ditinjau langsung oleh Wali Kota Medan ini sebagai bentuk untuk sosialisasi kepada masyarakat mengenai vaksinasi yang akan diterima oleh masyakarat diluar nakes.

Dikatakannya, vaksinasi empat titik ini merupakan inisiatif Bobby untuk dapat meninjau langsung dan nantinya akan dilanjutkan di seluruh faskes di kota Medan.

"Ini sebenarnya canangan tahap dua tapi kebetulan karena Pak Wali Kota baru dilantik jadi sekaligus. Semangat Pak Wali ini mengajak masyarakat untuk sosialisasi. Kalau titik lanjutan ini akan dilakukan di semua fasilitas kesehatan yang dirujuk oleh Dinas Kesehatan kota Medan," ujarnya.

Terkait vaksinasi ini, Mardhohar menuturkan ada 400 penerima vaksin untuk empat daerah.

Dikatakannya, pemilihan daerah tersebut berdasarkan daerah persentase penyebaran Covid-19 tertinggi.

"Empat titik kita lakukan dengan menyiapkan 400 vaksin. Jadi yang divaksin hari ini adalah orang-orang terpilih dan akan berlanjut di Puskesmas daerah masing-masing. Ini juga akan menyusul untuk pelayan publik yang lain seperti untuk guru," kata Mardhohar.

"Empat titik ini di wilayah yang paling tinggi kasusnya, makanya diambil di Sunggal, Johor, Helvetia, dan Amplas. Ini juga bentuk ajakan untuk lebih perkencang untuk penanggulangan di lima kecamatan ini," tambahnya.

Terkait jadwal, Mardhohar menuturkan hingga saat ini masih menunggu arahan dari pusat lantaran hingga saat ini data jelas masih untuk kelompok lansia.

"Kalau jadwal hingga saat ini kita masih menunggu arahan dari pusat. Karena dari pusat yang sudah terdata jelas adalah data lansia. Jadi kita belum bisa menyuntik masyarakat bebas, tunggu dulu akan dilakukan bertahap. Kacau nanti kalau semua kalau sekaligus. Antusias masyarakat ini tinggi tapi kita sudah diatur," pungkasnya.(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved