Breaking News:

Berawal dari Barista, Ryan Wibawa Sukses Keliling Dunia dari Meracik Kopi

Karir dunia perkopian Ryan dimulai pada tahun 2011 dengan melamar sebagai barista di sebuah kedai kopi ternama di Indonesia.

TRIBUN MEDAN/HO
RYAN Wibawa dalam sebuah kesempatan meracik kopi beberapa waktu lalu. 

Tribun-Medan.com, Medan - Ryan Wibawa tak menyangka bahwa menjadi seorang barista di kedai kopi ternama menjadi batu loncatan baginya untuk bisa berkarir lebih tinggi di bisnis perkopian Indonesia.

Berusia 27 tahun, Ryan kini menduduki jabatan Head of Learning Development di PT Filosofi Kopi Mandiri bersama Chicco Jericco dan Rio Dewanto.

"Aku sekarang bertanggungjawab untuk training human resource yang ada seperti barista. Terus biasnya aku mengcreate SOP di operasional kedai di company itu sendiri dan aku juga bertanggung jawab untuk menu minuman dan lainnya," ungkap Ryan, Sabtu (27/2021).

Karir dunia perkopian Ryan dimulai pada tahun 2011 dengan melamar sebagai barista di sebuah kedai kopi ternama di Indonesia dengan memulai segalanya dari awal tanpa ada dasar pengetahuan apapun tentang kopi.

"Awal jadi barista itu tahun 2011, tapi itu sama sekali belum tahu tentang kopi jadi benar-benar dari nol. Jadi saat itu hanya ingin cari kerjaan sampingan dan pengalaman kerjaan, jadi apply sebagai part time barista. Jadi di sana aku baru belajar mengenai kopi," ujarnya.

Tahun 2011 bekerja sebagai barista, Ryan baru menemukan passion di dunia kopi pada tahun 2013. Selama dua tahun Ryan belajar secara otodidak dan rutin mengunjungi kedai kopi lainnya untuk menjalin relasi dengan barista lain dan saling bertukar wawasan.

Dalam perjalanan tersebut, Ryan baru tersadar bahwa kopi tidak hanya sekadar rasa pahit namun memiliki banyak latar belakang hingga teracik menjadi secangkir seduhan kopi.

"2013 tahun dimana aku belajar bahwa kopi itu ada sejarahnya dan dari setiap kopi yang diminum itu punya karakteristik rasa yang berbeda dan bagaimana kopi diproses. Kopi buat aku belajar untuk lebih mengulik lagi karena ternyata nggak hanya pahit. Tapi ternyata setelah dieksplor banyak yang bisa dipelajari dari kopi," ujarnya. 

Prestasi-prestasi yang diraih Ryan juga mulai mencuat. Berawal dari tahun 2015, Ryan berhasil menjadi juara di Starbucks Indonesia Barista Championship.

Kemudian tahun 2016 menduduki posisi tiga dalam ajang Starbucks China and Asia Pasific Barista Championship.

Halaman
123
Penulis: Kartika Sari
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved