Breaking News:

Selisih Paham di Kedai Tuak di Kecamatan Bandar, Andion Manik Tikam Mamanda Siadari hingga Tewas

Perdebatan antara Andion Manik (AM) dan Mamanda Siadari (MS), diketahui warga sekitar. Upaya melerai pun sempat dilakukan.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/HO
POLISI memeriksa Andion Manik, yang tega menghabisi nyawa teman semeja tuaknya di Simalungun, Sabtu (27/2/2021) 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Andion Manik (21) tak mampu meredam emosinya saat berselisih paham dengan teman sesama peminum tuak lainnya, Mamanda Siadari (33) di sebuah kedai (lapo) yang berlokasi di Huta IV, Nagori Pematang Kerasaan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Sabtu (27/2/2021) malam, sekira pukul 23.00 WIB.

Tak hanya berselisih paham, keduanya bertengkar adu mulut di warung tuak milik Riko Sijabat itu. Bahkan saking emosinya, Andion Manik menikam Mamanda di tubuhnya.

Unit Reskrim Polsek Perdagangan Polres Simalungun, AKP Josia menerangkan, perdebatan antara Andion Manik (AM) dan Mamanda Siadari (MS), diketahui warga sekitar. Upaya melerai pun sempat dilakukan.

"Warga yang juga sama berada di kedai tuak tersebut mencoba melerai pertengakaran dan meminta kepada AM dan MS untuk tidak ribut-ribut disini sehingga mengganggu orang lain," ujar Kapolsek 

Kapolsek menambahkan, pelaku AM meninggalkan warung tuak milik Riko Sijabat.

Namun selang 20 menit, AM kembali ke warung tuak langsung menghampiri MS dan menikam MS secara berulang-ulang dengan membabi buta tanpa ada perlawanan.

"AM langsung meninggalkan lokasi tempat kejadian perkara, sementara MS berteriak meminta tolong kepada warga yang berada di lokasi," kata kapolsek

Warga kemudian membawa korban MS ke Rumah Sakit Perdagangan. Namun sayangnya, di tengah perjalanan, nyawa MS sudah tak tertolong karena kehabisan darah akibat luka yang dialami.

Berangkat dari kasus ini, kepolisian dari Polsek Perdagangan langsung melakukan pengejaran terhadap AM pelaku penusukan, yang mana pencarian mengarah ke tempat tinggal AM yang tak jauh dari kedai tuak.

Namun petugas tidak menemukan AM berada di Rumah. 

Tak berhenti di situ, polisi kemudian menyisir kawasan tempat tinggal AM dan mengamankannya sedang bersembunyi.

"Pukul 03.00 WIB dini hari, pencarian membuahkan hasil dengan menemukan AM yang sedang bersembunyi tidak jauh dari rumahnya tanpa ada perlawanan," jelasnya.

Akibat perbuatannya, Andion Manik alias AM dikenakan Pasal 340 subsidair Pasal 338 Tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 hingga 20 tahun penjara.(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved