Breaking News:

14 Eks Anggota DPRD Sumut Dituntut Kasus Uang Ketuk, 2 Dewan Lebih Berat karena Tak Akui Kesalahan

Sidang tindak pidana korupsi yang menjerat 14 mantan anggota DPRD Sumut kini memasuki agenda tuntutan di ruang cakra 8 Pengadilan Tipikor Medan, Senin

TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN
Sidang tindak pidana korupsi yang menjerat 14 mantan anggota DPRD Sumut kini memasuki agenda tuntutan di ruang cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (1/3/2021) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sidang tindak pidana korupsi yang menjerat 14 mantan anggota DPRD Sumut kini memasuki agenda tuntutan di ruang cakra 8 Pengadilan Tipikor Medan, Senin (1/3/2021).

Dalam sidang yang digelar secara daring tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mengungkapkan dari 14 anggota dewan yang didakwakan menerima uang suap atau uang ketok palu, ada dua anggota dewan yang tidak mengakui perbuatannya yakni Ramli dan Syamsul Hilal.

Akibatnya, kedua anggota dewan tersebut, dituntut dengan pidana penjara lebih berat daripada 12 anggota dewan lainnya yang mengakui perbuatannya.

"Menuntut supaya majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Syamsul Hilal dengan pidana penjara selama 5 tahun, denda Rp 500 juta, subsidar 5 bulan kurungan," kata JPU KPK Budhi Sarumpaet di hadapan majelis hakim yang diketuai Imanuel Tarigan.

Tidak hanya itu, dalam sidang yang berlangsung secara daring tersebut, JPU juga menuntut supaya Syamsul dibebankan membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp 477 juta lebih, dengan ketentuan apabila paling lama dalam waktu 1 bulan, sesudah putusan pengadilan terdakwa tetap tidak membayar uang pengganti, maka harta bendanya yang telah disita oleh jaksa, akan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

"Dan apabila hasil pelelangan ternyata belum menutupi uang pengganti, maka harta benda terdakwa lainnya oleh jaksa dilelang dalam menutupi uang pengganti tersebut. Dan apabila terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana dengan pidana penjara selama satu tahun dan 6 bulan," kata JPU.

Dikatakan JPU, adapun yang memberatkan hukuman terdakwa karena Syamsul tidak mengakui perbuatannya sementara yang meringankan terdakwa bersikap sopan selama di persidangan.

Sama seperti Syamsul, terdakwa Ramli yang juga tidak mengakui perbuatannya sehingga dituntut pidana penjara lebih berat dari terdakwa lainnya.

"Menuntut supaya majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ramli dengan pidana penjara selama 5 tahun, denda Rp 200 juta, subsidar 3 bulan kurungan," kata JPU Trimulyono Hendradi.

Selain itu, JPU juga menuntut agar Ramli membayar UP sebesar Rp 490 juta lebih dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan.

Halaman
1234
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved