Breaking News:

Dinilai Koperatif Jalani Pemeriksaan, Dua Bidan Tersangka Kasus Penjualan Bayi Ditangguhkan

Dua oknum bidan, RS dan SP di Deliserdang sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan perdagangan bayi di Medan.

Tribun-Medan.com/Indra Gunawan
PENGENDARA sepeda motor melintas di depan Puskesmas Tanjung Morawa yang berada di Jl Irian, Minggu (28/2/2021). Dua oknum bidan yang sudah ditetapkan tersangka karena diduga terlibat perdagangan bayi di Medan sudah dipindahtugaskan ke Puskesmas ini. 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Dua bidan yang menjadi tersangka kasus penjualan bayi ditangguhkan karena dinilai kooperatif selama menjalani pemeriksaan. 

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, kedua bidan ini selama menjalani pemeriksaan kooperatif kepada petugas.

Kemudian, kedua bidan ini juga tidak menghilangkan barang bukti yang dibutuhkan selama proses pengembangan dilakukan. 

"Yang bersangkutan kooperatif, tidak menghilangkan barang bukti, dan tidak melarikan diri," katanya melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (1/3/2021). 

Artinya, selama proses penangguhan diberikan, kedua bidan masih menjalani tugasnya sebagai tenaga medis. Hadi mengatakan, pihak Puskesmas masih membutuhkan tenaga dari kedua pegawai negeri sipil tersebut. 

"Yang bersangkutan sebagai tenaga media di Puskesmas di butuhkan tenaganya oleh pihak Puskesmas," jelasnya. 

Walaupun diberikan penangguhan, Hadi mengatakan, berkas kedua bidan ini masih berlanjut.

Nantinya, setelah bukti-bukti lengkap, seluruh berkas tersangka akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan untuk diadili. 

"Prosesnya tetap berlanjut, keduanya juga sudah ditetapkan status tersangka, saatnya tahap dua pasti diserahkan ke Kejaksaan," ungkapnya. 

Saat ditanya sampai kapan penangguhan ini diberikan, Hadi belum dapat menjelaskannya secara detail.

Halaman
12
Penulis: Satia
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved