Breaking News:

Pempek Nabil, Buka Peluang saat Pandemi, Bisa Gabung Meski Tanpa Modal

yang membedakan Pempek Nabil dengan yang lainnya adalah komitmen mereka untuk memberikan kebermanfaatan

Tribun Medan
Acara Bincang-bincang UMKM Tribun Medan yang menghadirkan Pempek Nabil, Selasa (2/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Makanan asal Palembang Pempek menjadi salah satu jajanan nusantara yang banyak digemari di Kota Medan. Dengan banyaknya pelaku UMKM membuat makanan sejenis, pempek saat ini tidak sulit ditemukan di Kota Medan. 

Widyawati, pemilik Pempek Nabil mengatakan, pempeknya mungkin tidak jauh berbeda dengan pempek yang diproduksi pengusaha lain. Namun ada yang istimewa dari pempeknya tersebut yang membuatnya berbeda dengan yang lain.

Baca juga: Wanita Cantik Asal Asahan Ini Sukses Jalani Bisnis Pempek Rumahan di Pandemi Covid-19

"Sudah banyak kali usaha pempek di Medan dengan kualitas yang bagus-bagus juga. Kalau saya bilang pempek saya terbuat dari ikan asli, semua juga begitu. Kalau saya bilang pempek saya kualitasnya bagus, semua juga begitu," katanya saat hadir sebagai bintang tamu di acara Bincang-bincang UMKM Tribun Medan, Selasa (2/3/2021).

Wanita asal Palembang ini mengatakan, yang membedakan Pempek Nabil dengan yang lainnya adalah komitmen mereka untuk memberikan kebermanfaatan yang lebih dari bisnis tersebut.

"Jadi di sini kita tidak menjual untuk mengambil keuntungan sendiri. Kita berbagi, kita sharing profit sama agen dan reseller mau pun distributor kita di seluruh Indonesia," ujarnya.

Berdiri sejak tahun 2015, Pempek Nabil membuka peluang usaha yang sangat besar untuk semua orang, apalagi ibu rumah tangga yang di rumah saja, tetapi bisa menghasilkan.

Widy mengatakan, ia membuka usaha ini sejak pindah ke Medan pada tahun 2015 lalu. Namun sebelumnya pada tahun 2009, dirinya memang sudah memulai untuk jualan online. 

Pada tahun 2014 ia sudah mulai memproduksi pempek saat berada di Jakarta. Saat itu ia masih memproduksi pempek dalam skala kecil. Setelahnya, ia bersama suami kemudian pindah ke Medan.

"Tantangannya itu lebih besar di Medan. Di Medan itu terkenal makanannya enak-enak. Banyak macamnya dan murah. Saat saya tiba di sini dengan makanan khas Palembang di Medan, saya menjualnya itu tidak seperti biasanya. Kalau orang di outlet atau di gerobak pinggir jalan, saya jualannya di online," bebernya.

Ia pun menjualnya dalam bentuk beku yang tidak langsung makan. Dikatakannya, untuk membuka bisnis ini, dirinya hanya punya keberanian, tetapi dirinya tidak mau hanya begitu saja dan harus berkembang. 

Halaman
12
Penulis: Liska Rahayu
Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved