Breaking News:

Prokes Ketat, Seluruh Pemain DBL di Mataram Wajib Swab Tiga Jam Sebelum Tanding

Penyelenggaraan ini dijalankan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat dengan rekomendasi dan pengawasan dari regulator setempat.

DOK. DBL 2021
Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal meninjau langsung penerapan protokol kesehatan DBL 2021 Seri NTB. Didampingi Founder & CEO DBL Indonesia Azrul Ananda (kanan), dan Direktur Lombok Post Alfian Yusni (kiri), pada opening party, Senin (22/2). 

TRIBUNMEDAN.ID, SURABAYA – Akibat pandemi COVID-19, liga basket pelajar terbesar di Indonesia Developmental Basketball League (DBL) harus rehat pada musim 2020. Namun, pada 2021, DBL Indonesia selaku penyelenggara kembali menjalankan liga dengan memulai pada seri Nusa Tenggara Barat di Mataram. Penyelenggaraan ini dijalankan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat dengan rekomendasi dan pengawasan dari regulator setempat.

Hasilnya, pada 26 Februari, DBL telah menuntaskan seri NTB. Penyelenggaraan ini memang berjalan jauh dari hingar-bingar khas DBL. Tidak ada kerumunan penonton yang biasanya meluber di tribun. Peserta, petugas pertandingan, panitia, semua menerapkan 3M (Menjaga jarak, Mencuci tangan, dan Memakai masker). 

CEO & Founder DBL Indonesia Azrul Ananda (paling kanan) didampingi dr Pratama Wicaksana Medical Advisor DBL Indonesia, memantau langsung tes swab antigen kepada anggota tim dance dan pemain tim basket SMAN 2 Mataram yang dilakukan 3 jam menjelang pertandingan.
CEO & Founder DBL Indonesia Azrul Ananda (paling kanan) didampingi dr Pratama Wicaksana Medical Advisor DBL Indonesia, memantau langsung tes swab antigen kepada anggota tim dance dan pemain tim basket SMAN 2 Mataram yang dilakukan 3 jam menjelang pertandingan. (DOK. DBL 2021)

CEO dan Founder DBL Indonesia Azrul Ananda mengucapkan terima kasih yang tinggi kepada regulator, pemerintah, dan masyarakat Nusa Tenggara Barat, khususnya Mataram atas dukungan terhadap DBL. “Kami memiliki sejarah yang baik dengan Mataram. Dulu, ketika pertama kali mengembangkan DBL keluar Jawa Timur, kota pertama yang kami datangi adalah Mataram. Sekarang setelah sempat rehat setahun karena pandemi, kami juga memulai DBL lagi di Mataram,” ujar Azrul.

Dia menyebutkan bahwa, “Tim kami banyak terbantu karena arahan yang jelas dari regulator di NTB dan Mataram. Meskipun saat ini belum ada standar yang baku dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga secara nasional, namun berbagai permintaan dari regulator bisa dijalankan. Kolaborasi seperti ini yang kami yakini akan dapat membangkitkan kembali industri olahraga dan penyelenggaraan event di Indonesia,” jelasnya.

Ofisial tim SMAN 2 Mataram menyemprotkan hand sanitizer kepada salah satu pemainnya
Ofisial tim SMAN 2 Mataram menyemprotkan hand sanitizer kepada salah satu pemainnya (DOK. DBL 2021)

Azrul juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat dan peserta DBL yang patuh protokol kesehatan. “Edukasi kami mengenai pentingnya liga ini berjalan dengan protokol kesehatan yang ketat bisa diikuti dengan baik oleh masyarakat. Walaupun harus melalui berbagai prosedur yang mungkin belum biasa dilakukan, tapi semua berjalan lancar,” ujarnya.

Sejumlah prosedur ketat memang diterapkan di DBL seri NTB, sesuai dengan arahan regulator. Salah satunya, seluruh pemain wajib  menjalankan tes swab tiga jam sebelum pertandingan masing-masing tim. Panitia dan petugas pertandingan juga wajib diswab.

“Ini adalah bagian screening awal kami untuk menekan risiko persebaran virus COVID-19. Sedikitnya kami menjalankan total 820 tes swab sepanjang lima hari pertandingan,” ujar Donny Rahardian, Wakil Direktur DBL Indonesia. Selain itu, seluruh pihak yang terlibat di DBL juga tetap harus menjalankan protokol yang umum dilakukan di tempat publik seperti mengukur suhu tubuh, membersihkan tangan dengan desinfektan, dan menggunakan masker.

AMBIL SENDIRI: Kapten tim putri SMAN 5 Mataram mewakili rekan-rekannya mengambil trofi champion DBL 2021 West Nusa Tenggara Series, setelah memenangi laga final atas SMAN 1 Narmada di GOR 17 Desember Turida, Jumat (26/2)
AMBIL SENDIRI: Kapten tim putri SMAN 5 Mataram mewakili rekan-rekannya mengambil trofi champion DBL 2021 West Nusa Tenggara Series, setelah memenangi laga final atas SMAN 1 Narmada di GOR 17 Desember Turida, Jumat (26/2) (DOK. DBL 2021)

Selama penyelenggaraan DBL 2021 di Mataram, penyelenggara juga melarang kedatangan penonton umum untuk menghindari kerumunan. Sebagai solusi, DBL Indonesia menyiapkan infrastruktur agar seluruh pertandingan dapat ditonton secara live stream melalui aplikasi DBL Play. “Pada musim sebelumnya, kami sudah menjalankan livestream, tapi hanya pada beberapa pertandingan. Tahun ini, seluruh peserta di DBL seri NTB ikut tampil dalam tayangan live stream. Tanpa terkecuali,” ujar Donny.

Hasilnya, di luar dugaan DBL Indonesia. Tayangan live stream ternyata berhasil menggantikan kehebohan khas DBL di lokasi acara, bahkan lebih heboh. Hingga tulisan ini diturunkan pada Senin 1 Maret, tayangan DBL di Mataram menyedot setidaknya 188.290 views dan masih terus bertambah.

“Penonton kami di live stream jauh lebih tinggi daripada penonton kami biasanya di lapangan. Dalam satu game, penonton uniknya bisa mencapai 11.594 sampai 8 kali lebih banyak dari kapasitas gedung,” ujar Azrul. “Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat dan juga bisa merefleksikan bagaimana masyarakat sudah sangat ingin menonton pertandingan olahraga, walau harus dengan cara yang baru,” tambahnya.

PATUH PROKES: Pemain SMAN 1 Mataram, Ida Bagus Aditya Nugraha melakukan cek suhu tubuh sebelum memasuki area venue
PATUH PROKES: Pemain SMAN 1 Mataram, Ida Bagus Aditya Nugraha melakukan cek suhu tubuh sebelum memasuki area venue (DOK. DBL 2021)

Penerapan protokol kesehatan yang ketat pada DBL 2021 di Mataram mendapatkan respons positif dari Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal yang sejak awal terus memberikan arahan kepada DBL Indonesia sebelum liga berjalan.

“Sejak awal, kami melihat bahwa penyelenggaraan DBL seri NTB bisa menjadi pionir penyelenggaraan liga olahraga dengan protokol yang ketat. Dan hasilnya, saya berani bilang, penerapan protokol kesehatan memang berjalan dengan sangat ketat dan sangat detail. Seluruh pihak di-screening dengan swab antigen real-time, tiga jam sebelum tanding. Selesai bertanding, lapangan, bola, kursi, semua melalui proses sterilisasi. Kerumunan juga tidak ada sama sekali,” ujar Iqbal. 

Sebelum menyelenggarakan DBL 2021, DBL Indonesia juga pernah berdiskusi dan mendapatkan arahan langsung dari Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali. Secara terpisah DBL Indonesia juga bertemu dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Penyelenggaraan DBL 2021 juga memperhatikan dengan baik catatan-catatan pemerintah pusat dari dua pertemuan tersebut.

Pada DBL 2021 seri Nusa Tenggara Barat, tim SMAN 5 Mataram berhasil mengawinkan gelar juara putra dan putri. DBL 2021 akan melanjutkan perjalanan ke seri Sumatera Selatan di Palembang mulai 5-9 Maret 2021, sebelum kemudian melakukan rehat dan menjalankan liga kembali pada semester kedua 2021 dengan sasaran kota dan provinsi yang memungkinkan penyelenggaraan liga.(*)

Editor: Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved