Breaking News:

Update Covid19 Sumut 3 Maret 2021

6.800 Orang Guru di Deliserdang Akan Ikuti Vaksinasi Covid-19

Mansyur Pasaribu memastikan kalau saat ini seluruh guru memang menanti-nanti agar bisa dilakukan vaksinasi secepatnya.

Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar
Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan menjalani pemaksinan covid di RSUD Deliserdang Rabu, (3/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com - Pemkab Deliserdang mempersilahkan para guru-guru yang ada di Kabupaten Deliserdang untuk menjalani vaksinasi covid-19. Dinas Pendidikan Deliserdang sendiri mencatat ada 6800 an guru yang mereka usulkan untuk divaksinasi. Mereka semuanya merupakan guru PAUD, TK, SD dan SMP. 

"Sudah kita usulkan ke Dinkes nama-namanya. 6800 an orang itu termasuk juga Tata Usaha dan Guru honorer di sekolah Negeri. Kalau yang untuk di sekolah swasta belum kita ajukan. Ya berdoa lah kita mudah-mudahan dengan divaksin ini bisa mengurangi dampak, ya mau menuju ke sananya ini (supaya bisa kembali sekolah tatap muka),"kata Kadis Pendidikan Deliserdang, Timur Tumanggor Rabu, (3/3/2021).

Terpisah Ketua Serikat Guru Indonesia SEGI Deliserdang, Mansyur Pasaribu memastikan kalau saat ini seluruh guru memang menanti-nanti agar bisa dilakukan vaksinasi secepatnya.

Disebut banyak hal yang membuat guru antusias untuk divaksin dan diantaranya karena memang mau menginginkan agar bisa secepatnya mengajar dengan tatap muka. Karena vaksin gratis ia berani menyebut guru bersedia untuk mendatangi tempat yang memang ditunjuk untuk vaksin. 

"Saya pun mau, rata-rata mau itu kan nggak bayar karena dibiayai pemerintah. Kata orang kesehatan kan kalau nggak salah 95 persen tingkat akurasinya," kata Mansyur yang juga merupakan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Hamparan Perak. 

Mansyur berharap agar para guru-guru yang ada di sekolah swasta jika bisa diakomodir kedepannya. Vaksinasi dianggapnya adalah salah satu syarat untuk kedepan bisa belajar tatap muka. Saat ini guru disebut sudah banyak mengeluh dan ingin sekali belajar dengan tatap muka. 

"Guru merasa belajar daring ini tidak efektif, karena banyak juga anak yang nggak punya andoid. Kemudian kalaupun punya tidak semua mampu beli kuota. Kalau pun ada bantuan kuota itu tidak cukup. Dari psikologi, anak juga kan perlu senyum, sapa dan sentuh dari guru. Itulah kasih sayang itu," kata Mansyur. 

Vaksinasi Covid sendiri saat ini masih terus berlangsung di Kabupaten Deliserdang. Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan dan M Ali Yusuf Siregar pun juga sudah ikut vaksin ditahap kedua. Mereka menjalani vaksin dan datang bersama istri masing-masing ke RSUD Deliserdang Rabu pagi. 

"Tahap pertama lansia memang belum diperbolehkan dan sekarang sudah diperbolehkan makanya Pak Bupati dan Pak Wakil hari ini vaksinnya. Untuk yang lansia ini tetap ikuti petunjuk teknisnya tidak semuanya juga boleh divaksin,"kata Kadis Kesehatan Deliserdang, dr Ade Budi Krista. 

Sementara itu untuk guru-guru meskipun Dinas Pendidikan hanya mengusulkan 6800 untuk yang divaksin namun dr Ade menyebut guru yang ada di sekolah swasta juga bisa untuk divaksin. Saat ini suntik vaksin disebut bisa didapatkan pelayanannya di 34 Puskesmas dan RSUD Deliserdang.

Jika namanya belum ada di sistem, ada 10 Puskesmas yang saat ini sudah bisa memberikan pelayanan dengan hanya membawa KTP dan identitas pendukung yang menyangkut soal pekerjaannya. Adapun 10 Puskesmas tersebut yakni Lubuk Pakam, Tanjung Morawa, Batang Kuis, Galang, Delitua, Bandar Khalifah, Mulyorejo, Sibolangit, Labuhan Deli dan Hamparan Perak.

(dra/tribun-medan.com).

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved