Breaking News:

Seorang Warga Tenggelam di Sungai Asahan

Hanyut di Kabupaten Toba, Jasad Pargaulan Hutagaol Terseret Arus 25 Km dan Ditemukan di Asahan

Korban hanyut Pargaulan Hutagaol yang terjatuh ke Sungai Asahan di Desa Meranti Utara, Kecamatan Pintu Pohan ditemukan di Batu Tolu, terseret arus 25

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Maurits Pardosi
Jasad korban hanyut Pargaulan Hutagaol tiba di rumah duka di Dusun Parsaoran, Desa Meranti Utara, Kecamatan Pintu Pohan, Kabupaten Toba, Rabu (3/3/2021) sore. 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Korban hanyut Pargaulan Hutagaol yang terjatuh ke Sungai Asahan di Dusun Parsaoran, Desa Meranti Utara, Kecamatan Pintu Pohan, Kabupaten Tioba,  terseret arus sejauh 25 kilometer (km).

Jasad korban akhirnya ditemukan di Batu Tolu, Desa Ujung Batu, Kecamatan Bandar Pulo, Kabupaten Asahan.

"Pada Rabu (3/3/2021) sekitar pukul 14.00 WIB ditemukan di Dusun Batu Tolu, Desa Ujung Batu, Kecamatan Bandar Pulo, Kabupaten Asahan. Korban tenggelam hanyut akibat memasang jaring ikan di Sungai Asahan atau tepatnya di Dusun Parsaoran, Desa Meranti Utara, Kecamatan Pintu Pohan Meranti Kabupaten Toba," ujar Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya, Rabu sore.

Berdasarkan keterangan anak korban, Arta Sintia boru Hutagaol (22), ayahnya pergi dari rumahnya sekitar pukul 13.00 WIB untuk memperbaiki jala ikan yang bolong tetapi tidak pulang hingga esok harinya.

Curiga dengan hal tersebut, masyarakat setempat langsung mencari di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Desa Meranti Utara, Wolter Siagian, langsung menghubungi BPBD Toba dan selanjutnya dilakukan pencarian korban bersama Basarnas BPBD serta Polres Toba dan aparat TNI serta dibantu tim arung jeram kecamatan meranti utara.

Wolter Siagian, ketika ditemui Tribunmedan.id, memastikan bahwa mayat tersebut adalah warganya yang hanyut di Sungai Asahan saat menjala ikan.

Korban selanjutnya dibawa ke rumah duka dan disambut dengan tangis histeris putrinya, Arta Sintia Hutagaol.

Jasad yang terbungkus dalam kantung jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 16.45 WIB. Warga sontak menangis dan mendatangi rumah duka.

"Jenazah kita temukan sekitar 25 kilometer dari lokasi kejadian. Dan kini, sudah tiba di rumah duka," ujar Walter Siagian, saat jenazah sudah berada di rumah duka.

"Identifikasi jenazah itu sudah dilakukan dengan adanya pengenalan dari keluarga korban. Kini jenazah sudah kita bawa dari lokasi," sambungnya.

Ketika korban hendak dimandikan, petugas terlihat kesulitan karena tangan korban belum bisa diluruskan.

Aroma busuk pun tercium dan masyarakat sekitar pun yang awalnya kerubungi jenazah, satu per satu pergi meninggalkannya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved