Breaking News:

Mantan Dirjen KKP Bongkar Aksi Tipu-tipu Ekspor Benih Lobster Edhy Prabowo Cs di Pengadilan Tipikor

Mantan Dirjen KKP Bongkar Aksi Tipu-tipu Ekspor Benih Lobster Edhy Prabowo Cs di Pengadilan Tipikor

KOMPAS.COM
Mantan Dirjen KKP Bongkar Aksi Tipu-tipu Ekspor Benih Lobster Edhy Prabowo Cs di Pengadilan Tipikor. Zulficar Mochtar mantan Dirjen Perikanan Tangkap KPP 

TRIBUN-MEDAN.COM - Mantan Dirjen KKP Bongkar Aksi Tipu-tipu Ekspor Benih Lobster Edhy Prabowo Cs di Pengadilan Tipikor

Mantan petinggi Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP ) membongkar aksi tipu-tipu ekspor benih lobster yang dilakukan Menteri KKP Edhy Prabowo dan kawanannya.   

Mantan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP) Zulficar Mochtar mengaku pernah diancam dicopot oleh Andreau Misanta Pribadi selaku staf khusus mantan Menteri KP Edhy Prabowo karena tidak setuju ekspor benih lobster.

Zulficar menyampaikan hal tersebut saat menjadi saksi untuk terdakwa Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPPP) Suharjito dalam kasus ekspor benih lobster, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (3/2/2021).

"Saat diminta untuk tanda tangan rekomendasi pengekspor pada 9 Juli. Saya tolak meski dari Dirjen Budidaya sudah lolos. Lalu Andreau lapor ke menteri kemudian Pak Menteri telepon saya, kemudian Andreau bilang 'Ficar ini akan dicopot oleh menteri'," kata Zulficar.

Zulficar mengungkapkan, Edhy pun sempat memintanya agar meloloskan perusahaan tersebut.

"Pak Menteri mengatakan ke saya 'Pak Fickar sudah diloloskan saja perusahaan tersebut, barangnya sudah di bandara kalau gagal ekspor karena suratnya tidak keluar bisa-bisa barangnya rugi, kita yang bermasalah'," tutur Zulficar.

Zulficar lalu mengatakan bakal mengecek lagi sebab syarat administrasi perusahaan tersebut sudah terpenuhi.

Zulficar akhirnya menandatangani dokumen persyaratan untuk PT Aquatic SSLautan Rejeki, PT Tania Asia Marina, UD Samudera Jaya, PT Grahafoods Indo Pasifik dan PT Indotama Putra Wahana.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/11/2020). KPK resmi menahan Edhy Prabowo bersama enam orang lainnya terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam kasus dugaan suap proses penetapan ekspor benih lobster. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/11/2020). KPK resmi menahan Edhy Prabowo bersama enam orang lainnya terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam kasus dugaan suap proses penetapan ekspor benih lobster. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUN/IRWAN RISMAWAN)

Bahkan, setelah menandatangi dokumen perusahaan tersebut, Zulficar langsung mengajukan pengunduran diri pada pekan depannya.

Halaman
123
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved