Breaking News:

Seorang Warga Tenggelam di Sungai Asahan

Putri Kandung Korban Hanyut di Sungai Asahan: Tak Bisa Kulupakan Jasa-jasa Ayahku Itu

Keluarga menuturkan, Pargaulan Hutagaol adalah sosok yang terus berjuang bagi anak-anaknya.

TRIBUN MEDAN/MAURITS
KELUARGA korban hanyut, Pargaulan Hutagaol saat berada di kediaman Pargaulan Hutagaol sembari menunggu kabar terbaru, Rabu (3/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Putri kandung korban hanyut di Sungai Asahan Pargaulan Hutagaol yakni Arta Sintia boru Hutagaol (22) mengaku tak dapat melupakan jasa-jasa ayahnya.

Ditemui di kediamannya di Dusun Parsaoran Desa Meranti Utara  Kecamatan Pintu Pohan Meranti Kabupaten Toba, ia mengisahkan, Pargaulan Hutagaol sehari-hari mencari ihan Batak di Sungai Asahan dan sekaligus sebagai petani sawit.

"Ayah saya bekerja sebagai nelayan ikan di Sungai Asahan. Kami warga sekitar menyebutnya Tao. Selain itu juga, kami punya sedikit sawit di belakang rumah ini. Biasanya bapak ke sana (Sungai Asahan) untuk mencari ikan pada siang hingga sore hari," ujar Sintia boru Hutagaol, Rabu (3/3/2021).

Dikisahkannya, sebagai ayah dari lima anak, Pargaulan Hutagaol kini harus berjuang memenuhi kebutuhan anak-anaknya dalam keterbatasan tenaga. apalagi, istri Pargaulan Hutagaol yang bernama Duma Hutagalung sudah meninggalkan keluarga untuk selamanya pada bulan Mei 2020.

Berselang beberapa bulan, Sintia boru Hutagaol juga mengalami tabrakan dan kini terbaring lemah di rumah.

"Ibu saya baru meninggal pada bulan Mei 2020. Tiga bulan setelah itulah, saya juga kecelakaan. Ayah sangat perhatian pada kami, walau ia hanya seorang petani, tapi ia berjuang bagi kami anak-anaknya. Inilah yang tak bisa kulupakan dari ayahku," ujar Sintia tersedu-sedu.

Bukan hanya Sintia boru Hutagaol, Ahidin Nainggolan sebagai keluarga juga menuturkan bahwa Pargaulan Hutagaol adalah sosok yang terus berjuang bagi anak-anaknya.

"Inilah anak-anaknya kami. Ada lima mereka ini, anak lelaki yang pertama kini sudah berada di Kalimantan dan inilah putrinya, Sintia ini yang tinggal di sini menjaga tiga adiknya. Sementara ibu mereka ini sudah meninggal. Inilah kondisi mereka saat ini," ungkap Ahidin Nainggolan.

Kebiasaan mencari ikan dilakukan oleh Pargaulan Hutagaol adalah pekerjaan tambahannya selain bertani sawit.

Keluarga masih menunggu kabar terbaru hanyutnya Pargaulan Hutagaol.

Sintia boru Hutagaol berharap agar ayahnya segera ditemukan walau harus dalam bentuk jasad.

"Aku mau ayahku segera ditemukan, baik jasad. Inilah harapanku. Aku juga berharap tim Basarnas mencari di lokasi tempat ia memasang jaring atau ngambil ikan. Karena keluarga juga punya firasat dia ada di sana," lanjut Sintia.

Terlihat di kediaman Pargaulan Hutagaol, keluarga datang dari berbagai tempat untuk mengetahui kondisi terkini Pargaulan Hutagaol. Hingga kini, keluarga sudah berada di rumah tersebut dan petugas masih tetap di lokasi. (cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved