Breaking News:

Terdakwa Pengedar 4 Kilogram Sabu Dituntut Hukuman Mati, Bawa Paket Narkoba di Jok Mobil

Jaksa menuntut terdakwa dengan ancaman hukuman mati akibat mengedarkan sabu 4 kilogram. Polisi masih mengejar pelaku lain yang terlibat.

Tribun Medan
Jaksa Penuntut Umum (JPU), Anwar Ketaren saat membacakan dakwaan di Ruang Cakra III, Pengadilan Negeri Medan, Rabu (3/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anwar Ketaren menuntut terdakwa Sofyan alias Usup (58) dan Imran (56) dengan hukuman mati di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (3/3).

Anwar memberikan tuntutan berat karena dua pria paruh baya ini terlibat dalam peredaran narkoba. Tidak tanggung-tanggung, warga Langkat dan Tanjung Balai ini mengedarkan sabu 4 kilogram.

Dalam kronologi dakwaan, pada Oktober 2020 terdakwa Sofyan berembuk dengan temannya Sincor yang tengah dalam penejaran untuk membeli sabu-sabu.

Kemudian, tidak berapa lama terdakwa Imran datang menjumpai Sofyan serta Sicor. Imran pun membuntuti Sicor dari belakang untuk mengambil sabu itu.

Imran pun mengikuti aba-aba dari Sicor, yakni bila ada motor menghampiri langsung ambil paket sabu itu.

Baca juga: 42 Ribu Guru SMA se-Derajat di Sumut Segera Dapatkan Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Chat Terakhir Rina Gunawan dengan Istri Anang Hermansyah, Saling Menguatkan dan Sama-sama Kritis

"Tidak berapa lama datang sepeda motor lalu terdakwa Sofyan menerima bungkusan, yang berisi sabu-sabu kemudian Sofyan bersama dengan Imran memutar arah lalu pergi menuju penyimpanan mobil dan Imran pun menyimpan bungkusan sabu-sabu tersebut kedalam mobil," kata jaksa.

Keesokan harinya, Sofyan beserta Imran berjalan sembari membawa sabu.

"Lalu sekitar Pukul 12.30 WIB perbuatan terdakwa telah di ketahui oleh petugas kepolisian sehingga pada saat berada di Jalan Sisingamangaraja Km.12, mobil yang di gunakan Sofyan dan Imran di hentikan dan petugas kepolisian menanyakan tentang keberadaan sabu-sabu yang dibawa. Maka Terdakwa dan Imran mengatakan terus terang bahwa bungkusan sabu-sabu yang dibawa tersebut diletakan di bawah belakang," jelas Jaksa lagi.

Kemudian terdakwa dan Imran diinterogasi terkait sumber sabu itu. Terdakwa mengatakan sabu dari seseorang yang tidak diketahui namanya dan akan diantar kepada seseorang yang tidak juga di ketahui namanya.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 114 ayat 2 Jo.pasal 132 ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika," pungkasnya Jaksa.

Demikian setelah mendengar dakwaan Jaksa, Majelis Hakim pun menunda persidangan hingga pekan mendatang dengan agenda eksepsi dari Penasehat Hukum (PH) masing-masing terdakwa.(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Tommy Simatupang
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved