Breaking News:

Terinspirasi dari Kakek Seorang Wasit FIFA era 70-an, M Rifqi Memulai Karir Sepak Bola di SSB Tasbi

Muhammad Rifqi terinspirasi dari sosok kakek yang merupakan wasit FIFA yang mewakili Indonesia. Rifqi berposisi sebagai gelandang serang.

Tribun Medan / Danil Siregar
Muhammad Rifqi saat latihan di Stadion Kebun Bunga, Medan, waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Memiliki seorang kakek dengan predikat sebagai wasit internasional berlisensi FIFA , menjadi sebuah kebanggaan besar bagi Stoper PSMS Medan Muhammad Rifqi. Apalagi tak banyak wasit Indonesia yang mampu mengantongi sertifikat federasi sepakbola Internasional itu 45 tahun silan.

Namun, meski mewarisi darah seorang pengadil di lapangan hijau, rupanya tak membuat Rifqi lantas mengikuti jejak kakeknya. Dia justru lebih memilih jalan sebagai pesepakbola.

Tapi Rifqi mengakui terinspirasi dari kakeknya itu untuk jadi seorang pesepakbola.

"Dulu almarhum kakek aku itu salah satu wasit FIFA. Namanya HR Hamlet. Jadi awalnya suka aku main bola bisa dibilang keturunan dari dia," ujarnya, Rabu (3/3/2021).

Di era 70-an, Hamlet termasuk dalam generasi awal wasit Indonesia yang mampu mengantongi sertifikat federasi sepakbola Internasional (FIFA).

Muhammad Rifqi saat menerima kontrak bergabung dengan PSMS Medan, waktu lalu.
Muhammad Rifqi saat menerima kontrak bergabung dengan PSMS Medan, waktu lalu. (Tribun Medan)

Hamlet merupakan satu angkatan dengan wasit pertama Indonesia berlisensi FIFA yakni Kosasih Kartadiredja. Pada tahun 1978, ada 7 wasit Indonesia yang dipanggil atas permintaan FIFA sendiri untuk menjalani tes kualifikasi. Mereka adalah Kosasih Kartadiredja, Sudarso, Oo Suwardi, Sutoto, Suharso Syahban, Syamsudin Haddade, dan HR Hamlet.

Nama HR Hamlet cukup terkenal saat itu karena ketegasannya. Karirnya juga cukup mulus dan merupakan salah satu wasit terbaik yang dimiliki Indonesia.

Hamlet sempat menjadi wasit di arena PON tahun 1977. Ia juga pernah memimpin pertandingan level Internasional yakni pada ajang Merdeka Games 1979 antara Korea Selatan vs Malaysia.

"Kakek kalau tidak salah sudah jadi wasit pertandingan waktu zamannya Pak Parlin Siagian," kata pesepakbola kelahiran 6 Februari 1993 ini.

Rifqi menuturkan mulai mengasah bakatnya sebagai pemain bola sejak usia dini, tepatnya sejak duduk di bangku kelas 3 SD.

Halaman
12
Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Tommy Simatupang
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved