Breaking News:

USU Rencanakan Pembelajaran Antarjurusan Tahun 2022, Mahasiswa Sambut Antusias

Dalam program ini, nantinya para mahasiswa dapat belajar selama dua semester di jurusan yang diminati diluar dari jurusan utama.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
AKTIVITAS di wilayah kampus Universitas Sumatera Utara (USU) Medan. 

Tribun-Medan.com, Medan - Persiapan relaksasi kurikulum Universitas Sumatera Utara (USU) dalam mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang direncakan pada tahun 2022 mendatang mendapat beragam tanggapan dari para mahasiswa dan dosen.

Dalam program ini, nantinya para mahasiswa dapat belajar selama dua semester di jurusan yang diminati diluar dari jurusan utama.

Tanggapan ini diutarakan Gladys, mahasiswa jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat ini mengaku senang dengan adanya program tersebut, dirinya dapat mengeksplorasi diri lebih dalam di luar jurusan yang ia tekuni selama setahun belakangan.

"Jurusan sekarang ini keinginan orangtua sebenarnya. Ibu mau aku kerja di kesehatan. Tapi sebenarnya aku lebih suka ke musik. Kalau ada program seperti itu bagus dong, kita bisa masuk jurusan yang kita mau. Jadi kalau misalnya nanti sudah berlaku mau coba ke etnomusikologi sih," ungkap Gladys, Rabu (3/3/2021).

Sama halnya dengan Gladys, Retno mahasiswa jurusan Teknik Sipil ternyata begitu antusias mendengar adanya program ini di kampusnya. 

Bagi Retno, program ini sebagai suatu terobosan untuk membantu para mahasiswa nantinya untuk belajar lebih mendalam mengenai bidang kemampuan pendukung.

"Wah keren dong. Kita bisa belajar ilmu lain yang bisa dukung pembelajaran kita. Kalau saya inikan ujungnya bakal ke arsitek ya mau juga belajar tentang ilmu manajemen biar kita mengerti juga kan gimana dari segi ekonominya. Bakalan seru ini nantinya ya semoga aja bisa dapat kesempatan itu," kata Retno.

Ternyata, relaksasi belajar tidak hanya mendapat respon positif dari para mahasiswa namun juga para dosen. Diantaranya ada Syafruddin Pohan, dosen FISIP USU.

Syafruddin menuturkan, program ini membentuk mahasiwa mengembangkan skill tidak hanya berada di jurusan utama namun dapat dukungan dari jurusan yang dilaksanakan dengan relaksasi kurikulum.

"Itu sudah lama kita dengar. Namanya merdeka. Mahasiswa berbeda strategi untuk menuntaskan perkuliahannya. Ke depan itu nanti setiap pembuka lapangan kerja itu tidak persoalkan mengenai latar belakang jurusannya tapi malah yang paling memenuhi kualifikasi yang dapat lulus," tuturnya.

"Merdeka belajar punya perspektif jauh ke depan. Bukan hanya mahasiswa tapi juga dosen yang ikut turut menjadi subjek tak hanya menjadi objek saja," pungkasnya.(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved