Breaking News:

Dinilai Cemarkan Nama Polisi, 2 YouTuber Medan Dituntut 8 Bulan Penjara

Dua youtuber asal Medan, Joniar M Nainggolan dan Benni Eduward Hasibuan dituntut masing-masing selama 8 bulan penjara

TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN
Sidang tuntutan dua youtuber di Ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (4/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dua youtuber asal Medan, Joniar M Nainggolan dan Benni Eduward Hasibuan dituntut masing-masing selama 8 bulan penjara karena dinilai bersalah melakukan pencemaran nama baik oknum polisi melalui video Youtube.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Naibaho dalam nota tuntutannya menyatakan, kedua terdakwa melanggar Pasal 45 ayat 3 dari UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

"Meminta kepada majelis hakim supaya menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Joniar M Nainggolan dan Benni Eduward Hasibuan masing-masing selama 8 bulan penjara, dengan perintah tetap ditahan," ujarnya di hadapan Hakim Ketua Ahmad Sumardi, dalam sidang secara daring di Ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (4/3/2021).

Menurut JPU, hal yang memberatkan, perbuatan kedua terdakwa meresahkan masyarakat, telah menyerang saksi korban dan membuat rasa malu saksi korban, tidak memiliki izin untuk mengupload ke medsos dan terdakwa tidak mengakui perbuatannya.

"Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa merupakan tulang punggung keluarga," katanya.

Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa melalui penasihat hukumnya untuk menyampaikan nota pembelaan (pledoi) pada sidang 2 pekan mendatang.

Mengutip surat dakwaan, Joniar M Nainggolan dan Benni Eduward Hsb pada Selasa 11 Agustus 2020, Joniar menghubungi Benni untuk berkeliling melihat aktifitas di seputaran Samsat Putri Hijau Medan.

Terdakwa Joniar dan Benni sepakat bertemu di depan jalan kantor Samsat Putri Hijau Medan, lalu sesampainya di kantor Samsat Putri Hijau Medan, maka terdakwa I mencoba mengecek kendaraan mobil yang terpakir di belakang kantor Samsat Putri Hijau Medan dengan menggunakan pengecekan telkomsel (kode USSD) dengan mengetik *368*117#.

Setelah mengecek, kedua terdakwa menemukan beberapa kendaraan yang menunggak pajak dan ada beberapa kendaraan tidak ditemukan datanya dan ada juga beberapa kendaraan yang diduga bodong.

"Kedua terdakwa langsung live di media sosial youtube dengan berkeliling ke samping, depan dan kebelakang kantor Samsat Putri Hijau Medan dan pada saat live youtube tersebut, terdakwa Joniar dan Benni ada menyebutkan beberapa kendaraan dan plat polisi mobil yang terpakir di belakang, samping dan depan kantor Samsat Putri Hijau Medan," urai JPU.

Halaman
12
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved