Breaking News:

Lahan Pertanian Diselimuti Abu Vulkanik, Petani di Kecamatan Tiganderket Harapkan Hujan

Luncuran awan panas guguran (APG) Gunung Sinabung pada Selasa (2/3/2021) kemarin, berdampak terhadap ribuan hektare lahan pertanian milik masyarakat.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Juang Naibaho

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, TIGANDERKET - Luncuran awan panas guguran (APG) Gunung Sinabung pada Selasa (2/3/2021) kemarin, berdampak terhadap ribuan hektare lahan pertanian milik masyarakat.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karo, sedikitnya 3.045,8 hektare lahan pertanian di empat kecamatan terpapar abu vulkanik.

Salah satu petani di Desa Kutambaru, Kecamatan Tiganderket Agus Setiawan, mengaku lahan pertanian yang ditanaminya dengan tanaman salak seluruhnya diselimuti abu vulkanik.

Hingga saat ini dirinya masih terus berusaha untuk melakukan pembersihan.

"Saya fokus nanam salak di sini, ya gini lah bang sudah tertutup abu semua," ujar Agus, Kamis (4/3/2021).

Agus mengatakan, sampai saat ini dirinya masih melakukan proses pembersihan dengan cara manual dan peralatan seadanya.

Untuk memudahkan proses pembersihan di jalan seluas sekitar 7000 meter ini, dirinya berharap hujan segera turun dengan durasi yang lama agar abu vulkanik yang menutupi tanamannya dapat hilang.

"Kita bersihkan perlahan-lahan lah sementara, tapi lebih bagus lagi dia kalau datang hujan supaya lebih cepat bersih," katanya.

Melihat kondisi yang ada saat ini, dirinya memiliki hadapan besar agar tanamannya dapat bertahan hingga nantinya masa panen.

Ia juga berharap agar para petani yang terdampak, mendapatkan perhatian dari pemerintah untuk mempertahankan mata pencahariannya ini.

Di tempat terpisah, seorang petani di Desa Susuk, Kecamatan Tiganderket, Darwis Surbakti, mengungkapkan akibat paparan dari abu vulkanik yang datang kemarin, hasil kebunnya berupa pisang dan cabai sudah sebagian besar mati.

Pasalnya, tanaman muda itu tidak kuat menahan deburan abu vulkanik yang sangat tebal dan panas itu.

"Sudah habis semua bang, pisang sama cabai kita sudah jatuh semua," pungkasnya.

(cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved