Parulian Silalahi Pimpin Pemuda Katolik Komisariat Daerah Sumatera Utara
Pada Muskomda X tahun 2021 Pemuda Katolik Komda Sumatera Utara terpilih Parulian Silalahi sebagai ketua secara aklamasi.
TRIBUN-MEDAN.com - Pemuda Katolik Komisariat Daerah Sumatera Utara melaksanakan Musyawarah
Komisariat Daerah ke X Tahun 2021 di RAZ Hotel Jalan Dr. Mansyur Nomor 166 Medan Sabtu-Minggu, 27-28/2/2021.
Pada Muskomda X tahun 2021 Pemuda Katolik Komda Sumatera Utara terpilih Parulian Silalahi sebagai ketua secara aklamasi.
Parulian mengucapkan terimakasih dukungan semua pihak sehingga terpilih sebagai ketua Pemuda Katolik Komda Sumatera Utara periode 2021-2024.
"Pemuda Katolik Komisariat Daerah Sumatera Utara ke depan harus bisa menciptakan kader kader yang unggul dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Menjadi kader yang militan yang siap berjuang bagi gereja dan negara dalam situasi berat sekalipun," ujarnya.
Parulian menyampaikan bahwa saat ini seluruh negara di muka bumi ini sedang menghadapi kerasnya hantaman virus covid-19 terhadap sendi-sendi kehidupan sosial di masyarakat.
"Sepanjang tahun 2020 perekonomian yg runtuh berimbas pada masyarakat kecil, banyak tenaga kerja yg harus dirumahkan, UMKM berjalan terseok, dan banyak lagi. Saat saat situasi seperti inilah diharapkan kader Pemuda Katolik mampu memberi perhatian sosial kemasyarakatan di tengah-tengah masyarakat," tuturnya.
Parulian menyampaikan bahwa kader Pemuda Katolik harus mengambul peran dalam menanggulangi pandemi ini dari berbagai lini, tak hanya melulu berupa materi.
"Lewat pemikiran yg unggul diharapkan kader pemuda katolik dapat berperan," ujarnya.
Sekretaris Bidang Organisasi Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Asta Ivo B. S. Meliala yang hadir dalam acara ini menyampaikan Pemuda Katolik Sumatera Utara merupakan roll model bagi komda-komda lain disekitarnya, menjalankan proses organisasi mulai dari rekrutmen sampai dengan Kaderisasi yang baik.
"Muskomda X melambangkan kematangan Komda Sumut yg telah berusia lebih dari 30 tahun dapat menjadi inspirasi OKP lain, kedepan Pemuda Katolik harus lebih banyak mendistribusikan kader-kadernya disegala lini dan aspek kehidupan agar peran dan tanggung Jawab Pemuda Katolik untuk Indonesia Maju semakin nyata," ujarnya.
Moderator Pemuda Katolik Komda Sumatera Utara, Pastor Aaron Waruwu, Osc menyampaikan Pemuda Katolik Sumatera Utara menghidupi panggilan Kristiani menjadi garam dan terang untuk mewujudkan kesejahteraan umum bukan kepentingan pribadi atau golongan serta tanggung jawab sebagai warga Gereja dan warga Negara.
Pastor Aaron juga menyinggung Sumatera Utara merupakan salah satu Provinsi yang luas dan subur tanahnya tetapi siapa yang kaya? Maka, dengan itu Pemuda Katolik Sumatera Utara harus menghadirkan keselamatan lewat politik.
"Kader Pemuda Katolik harus memiliki ciri khas dan mampu berubah menjadi kader yang unggul untuk indonesia maju," katanya.
Hotdiman Manik sebagai Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Sumatera Utara menyampaikan Pemuda Katolik adalah organisasi kemasyarakatan yang bersifat independen. Bukan under-bouw dari lembaga manapun.
Di dalam Gereja, Pemuda Katolik adalah “Anak Kandung” dengan tugas dan fungsi khusus kaderisasi bertahap berkelanjutan dan integral/penyiapan dan sebagai “supplier” atas orang-orang Muda Katolik untuk terjun ke tata dunia sekular”.
"Harus berjuang terus untuk kebaikan bersma yang lebih luas. Sebab itu Pemuda Katolik baik anggota/kader/pengurus mesti “pergi berkelana” bekerja bersama ormas lain yang sepaham atau sehaluan dalam azas, visi dan misi untuk membangun bersama bangsa dan negara," ujarnya.
"Tentu bangsa ini tidak dibangun oleh satu golongan atau kelompok tertentu. Namun, dibangun dengan konteks ke-Indonesia-an. Secara kausal dan sinergis sikap kebersamaan dan ke-Indonesia-an yang memiliki keaneka-ragaman haruslah dilanjutkan/dilestarikan dan ditumbuh-kembangkan," tambahnya.
Ia menyampaiklan mengapresiasi sikap Gubernur sumatera Utara pada saat pelantikan Bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota yang menghentikan pelantikan disebabkan rohaniawan yang mendampingi pengambilan sumpah tidak lengkap.
"Kita yakini sikap ini di ambil Gubernur semata-mata menghargai iman dan kepercayaan setiap masyarakat indonesia terkhusus Bupati/Wakil bupati dan walikota/wakil wali kota yang akan dilantik," ujarnya.
Muskomda X ini dihadiri Pengurus Pusat Pemuda Katolik Asta Ivo B. S. Meliala (Sekretaris Bidang Organisasi) FX Rudi (Sekretaris Bidang Organisasi), Barita Sinaga (Anggota Departement Bidang Organisasi).
Dilokasi kegiatan juga terlihat Pastor Aaron Taogo Aro, Waruwu, Osc sebagai Pastor Moderator Pemuda Katolik Komisariat Daerah Sumatera Utara.
Turut hadir juga Ketua Komisariat Daerah Sumatera Utara, Hotdiman Manik, Penasehat Pemuda Katolik KOMDA Sumatera Utara, Johanes Naibaho, Maniur Rumapea, Ekner Simbolon.
Ketua Presidium WKRI Sumatera Utara, Sarina Sijabat dan Wakil Ketua DPD KNPI Sumatera Utara, Rudi Nasution, Ketua PMKRI Cabang Medan, Ceperianus Gea.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pemuda-katolik-komisariat-daerah-sumatera-utara.jpg)