Breaking News:

Update Covid19 Sumut 4 Maret 2021

Perdana Vaksinasi Lansia, RS Murni Teguh Stok 3.000 Dosis, Beberapa Tertunda Akibat Hipertensi

Rumah Sakit Murni Teguh Medan perdana melakukan vaksinasi kepada kelompok lansia di ruangan Poliklinik Lantai 2, Kamis (4/3/2021).

Penulis: Kartika Sari | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN-MEDAN.com/Kartika Sari
Seorang lansia mendapat vaksinasi untuk kelompok lansia di RS Murni Teguh Medan, Kamis (4/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rumah Sakit Murni Teguh Medan perdana melakukan vaksinasi kepada kelompok lansia di ruangan Poliklinik Lantai 2, Kamis (4/3/2021).

Amatan Tribun Medan, tampak para lansia bersama pendamping tampak mengantre sambil menunggu giliran setelah sebelumnya melakukan pendaftaran melalui WhatsApp.

"Untuk menghindari kerumunan kita buat jadwal agar dapat menjaga protokol kesehatan karena satu pasien itu bisa menghabiskan waktu sekitar satu jam dalam prosesnya mulai dari screening sampai di ruang observasi," ungkap Kahumas RS Murni Teguh, Herman Ramli.

Kata Herman, RS Murni Teguh menyediakan stok vaksin sebanyak 300 vial vaksin atau sebanyak 3.000 dosis yang dapat melayani 1.500 penerima vaksin untuk kelompok lansia.

"Dropping kita terakhir dari Dinkes kota Medan ada sebanyak 300 vial multidose artinya ada sekitar 3.000 dosis suntikan, sementara itu lebih dari cukup. Pelaksanaan vaksinasi setiap harinya kita laporkan ke Dinas Kesehatan agar bisa dipantau," ujarnya.

Adapun pelaksanaan vaksinasi lansia ini dilakukan untuk usia 60 tahun ke atas, bahkan Herman mengatakan bahwa ada lansia berusia 80 tahun yang masih semangat untuk mengikuti vaksinasi.

Namun, Herman juga turut mengakui bahwa ada beberapa lansia yang mengalami penundaan lantaran tekanan darah yang mendadak tinggi.

"Kalau tadi memang ada yang penundaan tapi ini dia mau ditensi lagi. Yang paling sering kejadian seperti ini karena hipertensi dan banyak sebenarnya hal lain yang menjadi standar satgas, tidak memungkinkan untuk vaksinasi dan butuh waktu 15-20 menit untuk bisa dilihat lagi tensinya," tuturnya.

Menurut Herman, munculnya indikasi hipertensi ini diduga akibat adanya rasa deg-degan atau faktor kurang tidur yang bisa menyebabkan vaksinasi tertunda.

Tampak seorang lansia perempuan harus menunggu untuk dapat pengecekkan tensi kembali lantaran ia tak menyangka tensinya tiba-tiba naik secara cepat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved