Breaking News:

Rektor USU Muryanto Amin Berencana Merdekakan Mahasiswa, Simak Penjelasannya Berikut

Rektor USU Muryanto Amin berencana membebaskan mahasiswa/i-nya untuk memilih prodi dan fakultas mana yang disukai

TRIBUN MEDAN/KARTIKA
KANDIDAT calon Rektor USU 2021-2026, Muryanto Amin. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Rektor USU Muryanto Amin Berencana Merdekakan Mahasiswa, Simak Penjelasannya Berikut

Rektor USU Muryanto Amin mencanangkan Relaksasi Kurikulum dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang diluncurkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Menurut Muryanto Amin, nantinya program Merdeka Belajar Kampus Merdeka ini akan mulai dilaksanakan tahun 2022 mendatang.

Baca juga: BREAKING NEWS 1.600 Dosen USU Divaksin Bulan Ini, Rektor Muryanto Minta Kuota Vaksin Covid-19

"Setahun ini akan kita persiapkan segala panduannya, nanti di tahun depan akan kita laksanakan," kata Muryanto, Rabu (3/3/2021).

Adapun program yang berbasis pada relaksasi kurikulum ini bertujuan untuk memerdekakan mahasiswa yang mungkin jenuh dalam mengikuti mata kuliah.

"Kampus merdeka ini mencoba menawarkan relaksasi kurikulum. Pada saat mahasiswa mengalami stagnan dalam menyelesaikan perkuliahan atau suntuk melihat dosennya, dengan adanya program relaksasi kurikulum, dia boleh mengambil mata kuliah di prodi lain selama dua semester," katanya.

Baca juga: Rencanakan Kuliah Tatap Muka Bulan September, USU Siapkan Skema Protokol Kesehatan

Dalam persiapan relaksasi kurikulum ini, Muryanto sadar bahwa masih banyak dosen yang belum memahami konsep Merdeka Belajar.

Untuk itu, dalam setahun ini Muryanto akan turut giat melakukan sosialisasi.

"Banyak orang tidak begitu memahami merdeka belajar termasuk dosen. Selama ini kita dikungkung oleh satu aturan yang membuat mahasiswa sulit memilih apa yang dia mau. Makanya kita tawarkan prodi dan fakultas mana yang dia suka, itu terserah mahasiswa. Itulah yang namanya kampus merdeka," jelas Muryanto.

Terkait gambaran relaksasi kurikulum, Muryanto menuturkan bahwa mahasiswa dapat berpindah jurusan untuk mendapatkan ilmu yang mendukung keterampilan.

Baca juga: USU Terima 34.086 Pendaftar Jalur SNMPTN 2021, Prodi Manajemen Paling Banyak Peminat

"Seorang mahasiswa yang belajar ilmu politik, ketika dia ditambah pengetahuannya tentang statistik dan algoritma, maka seorang mahasiswa politik itu bisa menggunakan data scientist dan menjadi konsultan politik yang bisa bergaji Rp 25-100 juta per bulan," ujarnya.

Dia berharap, program yang akan disusun selama setahun ini akan bisa berjalan dengan baik kedepannya.(cr13)

Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved