Breaking News:

Pasokan Pangan dari Karo Bakal Membaik setelah Turun Hujan

Sebab tanggal 3 dan 4 Maret, tanaman sudah diguyur hujan sehingga debu-debu sudah pada luntur

Tribun-Medan.com/Muhammad Nasrul
Lahan pertanian di Kecamatan Tiganderket, terpapar abu vulkanik dari peristiwa Awan Panas Guguran (APG) dari Gunung Sinabung yang terjadi pada Selasa (2/3/2021) kemarin. 

TRIBUN-MEDAN,com, TRIBUN - Beberapa tanaman di daerah Karo terdampak dari erupsi Gunung Sinabung awal pekan ini. Namun sejak hujan turun, abu vulkanik sudah luntur dari tanaman.

Kepala UPT (Unit Perlindungan Tanaman) Pangan dan Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Marino mengatakan rata-rata umur pertanaman yang terkena abu vulkanik antara 7 hingga 25 hari setelah tanam (HST).

"Hal ini tidak akan mempengaruhi ketersediaan stok sayuran di pasar. Sebab tanggal 3 dan 4 Maret, tanaman sudah diguyur hujan sehingga debu-debu sudah pada luntur," katanya.

Baca juga: Erupsi Sinabung, Tiga Kecamatan di Kabupaten Karo Berdampak

Dijelaskannya sejak tanggal 2 Maret 2021 Gunung Sinabung meletus kembali dan mengeluarkan abu vulkanik sehingga banyak pertanaman yang terkena dampak dari abu tersebut.

"Kami dari UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura melalui petugas lapang kami Petugas Pengendali OPT Pengamat Hama dan Penyakit langsung melakukan pendataan terhadap pertanaman yang terkena dampak dari meletusnya Gunung Sinabung," katanya.

Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan bahwa pertanaman pada tanaman pangan yang terkena seluas 1.073,5 ha. Dimana padi sawah terkena 315,5 ha dan jagung 758 ha. Tanaman ini tersebar di lima Kecamatan yaitu Tiga binanga, Tiganderket, Payung, Kuta Buluh, dan Juhar.

Sementara pada tanaman hortikultura terkena seluas 1.875,05 ha diantaranya cabai merah Terkena 316 ha, cabai rawit 41 ha, tomat 61 ha, kentang 2 ha, kubis 26 ha, petsai 41 ha, jeruk 332,5 ha, salak 269 ha, pisang 288 ha.

Ada juga bawang merah 97,8 ha, alpokat 97,5 ha, buah naga 10 ha, duku 14,5 ha, durian 206 ha, manggis 3,25 ha, pepaya 16 ha, sirsak 34 ha, mangga 2 ha, timun 1,5 ha, terong 6 ha dan buncis 10 ha.

Pertanaman salak di Kecamatan Tiganderket Karo juga terkena dari erupsi ini. Luasan lahan pertanian salak Desa Kutambaru di kecamatan ini yang terdampak erupsi Gunung Sinabung diantaranya yang berbuah 140 ha dan yang belum berbuah 120 ha.

"Alhamdulillah hari Rabu 3 Maret 2021 sudah turun hujan sehingga seluruh debu sudah luntur dan tidak ada yang puso," pungkasnya.

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved