Breaking News:

Hanya 30 Persen Produk UMKM Sumut Masuk e-commerce, Terkendala Fasilitas dan Sistem Pembayaran

Pelaku UMKM mengeluhkan soal maraknya barang impor yang masuk ke Indonesia. Di Sumut, hanya 30 persen produk UMKM masuk e-commerce

HO
Dokumentasi peluncuran produk UMKM dengan sistem pembayaran nontunai dengan aplikasi dana bersama Wamen Kemenparekraf di Balige, Senin (22/2/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Produk asing di e-commerce menjadi perbincangan hangat setelah Presiden Jokowi sempat menggaungkan benci produk asing dan mengajak masyarakat untuk mencintai produk luar negeri. 

Pernyataan tersebut turut ditanggapi Ketua Asosiasi UMKM Sumut, Ujiana Sianturi.

Ia mengungkapkan bahwa banjirnya produk asing di e-commerce membuat produk-produk UMKM mati.

Baca juga: Murah dan Mudah Impor Barang dengan Pasar yang Sangat Menjanjikan

"Saya sangat setuju, karena UMKM Sumut sangat terpukul juga dalam hal ini. Karena gampang masuknya melalui e-commerce produk impor, sehingga UMKM ini mati dan tidak bisa terjual, akhirnya UMKM semakin terjepit," ungkap Ujiana kepada www.tribun-medan.com, Minggu (7/3/2021).

Ternyata, berdasarkan informasi dari Ujiana, hanya 30 persen atau 660 ribu UMKM dari 2,2 juta UMKM di Sumut yang kini melakukan penjualan digitalisasi lewat e-commerce yaitu kuliner dan fashion. 

"Kita masih sekitar 30 persen dari 2,2 juta UMKM di Sumut. Kita harus memenuhi standar untuk masuk ke digital marketplace. Jadi masih banyak pelaku UMKM yang belum bisa masuk produknya ke digital marketplace," ujarnya

Baca juga: Cara Murah dan Mudah Impor Barang

Ujiana mengatakan, bahwa sulitnya pelaku UMKM untuk masuk ke e-commerce lantaran terkendala untuk fasilitas digital dan kuota paket internet.

"Para UMKM masih terbatas fasilitas Android karena kalau masuk ke marketplace harus ada android yang mendukung, kuota juga. Sementara UMKM untuk makan saja sudah susah. Untuk makan saja sudah susah. Memang sebagian ada itu sekitar 0,2 persen UMKM selama Covid-19 meningkat. Tapi secara global, UMKM terjepit," tuturnya.

Baca juga: KABAR GEMBIRA BLT UMKM Mulai Cair Bulan Maret Ini, Cara dan Syarat Pencairan BLT UMKM Rp 2,4 Juta

Adapun dari 2,2 juta UMKM di Sumut, diantaranya 35 persen kuliner, 20 persen kerajinan, 2 persen teknologi, 2 persen kosmetik, 3 persen otomotif, 18 persen cenderamata, dan 30 persen Agribisnis.

Ujiana membeberkan bahwa Agribisnis merupakan jenis UMKM yang paling sulit untuk masuk ke e-commerce lantaran keterbatasan dalam bidang teknologi.

Halaman
12
Penulis: Kartika Sari
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved