Breaking News:

Saat AS dan Sekutunya Kepung Laut China Selatan, China Kontak Vietnam, Rusia dan Afrika Selatan

Kapal selam Akula milik Rusia saat melintasi Laut China Selatan kala akan menggelar latihan bersama dengan China dan Afrika Selatan

Editor: Abdi Tumanggor
ISTIMEWA
Konflik Laut China Selatan di tengah pandemi Covid-19 hingga varian baru virus corona lainnya. China, Rusia dan sekutunya latihan bersama di saat AS dan sekutunya kepung Laut China Selatan. 

Latihan angkatan laut sedang berlangsung di tempat pertemuan Samudera Atlantik dan Hindia yang sebelumnya bermanuver saat melintasi Laut China Selatan

Rute laut dan perdagangan terpenting dari Eropa, Afrika, dan Asia melewati sini, membuat kendali atas perairan ini menjadi aset yang sangat berharga bagi kekuatan internasional yang bersaing.

Jika Rusia dan China begitu gembira dengan latihan militer, maka sebaliknya bagi Barat.

Ini adalah pertanda buruk bagi AS dan para sekutu Barat.

Sebab karena latihan militer ini, maka latihan angkatan laut yang sebelumnya melibatkan Afrika Selatan, Prancis dan Jerman, yang telah direncanakan terpaksa ditunda dan belum dijadwalkan ulang, karena partisipasi Afrika Selatan tersebut.

Presiden Vladimir Putin telah melakukan upaya bersama untuk meningkatkan pengaruh Rusia di Benua Afrika dalam beberapa tahun terakhir.

Salah satu cara Putin adalah berusaha melakukannya adalah melalui penjualan persenjataan Rusia.

Ilustrasi militer latihan bersama (East News)
Ilustrasi Militer latihan bersama (East News)

Rusia saat ini merupakan pemasok senjata terbesar ke Afrika dan memiliki perjanjian kerja sama militer serta kesepakatan untuk pelatihan militer dan polisi dengan lebih dari setengah negara Afrika.

Pada bulan Oktober, Putin menandatangani kesepakatan lain.

Kali ini untuk memasok Nigeria dengan 12 helikopter serang Mi-35 pada konferensi para pemimpin Afrika yang diadakan di Sochi.

Selain itu, Putin telah menyelesaikan serangkaian kesepakatan teknologi nuklir dengan Mesir, Rwanda, Ethiopia, Uganda, dan Zambia.

Presiden Rusia juga berusaha meningkatkan pengaruh Rusia melalui organisasi bayangan bernama Wagner, yang memasok tentara bayaran Rusia kepada para pemimpin Afrika yang diperangi.

Selain personel militer, Wagner memberikan pelatihan senjata dan mendukung polisi dan dinas intelijen sipil di negara-negara Afrika.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved