Breaking News:

Restrukturisasi Kredit Perbankan di Sumut Mayoritas Diberikan kepada UMKM 

Dikatakannya seiring dengan berjalannya kebijakan restrukturisasi kredit dan pembiayaan ini, pertumbuhan kredit macet di Sumut juga dapat ditekan. 

HO
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Yusup Ansori 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Industri jasa keuangan di Sumatera Utara telah menyalurkan restrukturisasi kredit sebesar Rp 34,78 trilliun kepada 577.327 debitur hingga 19 Februari 2021.

Sebagian besar restrukturisasi kredit perbankan diberikan kepada debitur UMKM. 

"Restrukturisasi kredit untuk UMKM ini sebanyak Rp16,16 trilliun kepada 325.087 debitur atau 85,06% dari total debitur. Sedangkan untuk non UMKM sebanyak Rp11,90 trilliun," kata Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumatra Bagian Utara Yusup Ansori dalam Media Briefing virtual, Senin (8/3/2021). 

Ia merinci realisasi restrukturisasi kredit tersebut berasal dari restrukturisasi bank umum sebesar  Rp 27,85 trilliun kepada 377.969 debitur, restrukturisasi BPR sebanyak Rp 210 miliar kepada  4.216 debitur, dan restrukturisasi perusahaan pembiayaan sebanyak 195.142 debitur dengan nilai pembiayaan Rp6,72 trilliun.

Dikatakannya seiring dengan berjalannya kebijakan restrukturisasi kredit dan pembiayaan ini, pertumbuhan kredit macet di Sumut juga dapat ditekan. 

"Pertumbuhan kredit macet berhasil ditahan dalam level yang aman sehingga kualitas kredit dapat dikontrol dalam profil risiko yang terjaga," kata Yusup. 

Ia menyampaikan total kredit bermasalah sektor perbankan berhasil tumbuh negatif 12,37% atau turun ke angka Rp 7,4 triliun hingga Januari 2021. Sebelumnya mencapai titik tertinggi di bulan April 2020 sebesar Rp 8,52 triliun. 

"Sementara pada perusahaan pembiayaan, outstanding pembiayaan bermasalah menurun 41,95% menjadi Rp455 miliar. Padahal sebelumnya pada Juli 2020, outstanding pembiayaan bermasalah menyentuh angka Rp784 miliar," katanya. 

Dari sisi program Pemulihan Ekonomi Nasional, Yusup mengatakan hingga saat ini tetap berjalan dengan konsisten.

Hingga 31 Januari 2021, penyaluran kredit dalam rangka Program Pemulihan Ekonomi Nasional di Bank Sumut dan Bank HIMBARA di Sumatera Utara masih berjalan.

"Hingga saat ini, terpantau telah disalurkan sebesar Rp15,91 triliun yang diberikan kepada 282 ribu debitur. Sementara itu, stimulus subsidi bunga/margin bagi debitur Bank Umum dan BPR/BPRS yang berkantor pusat di Sumatera Utara telah tercapai sebesar Rp8,65 Miliar yang diberikan kepada 42 ribu debitur," pungkasnya.

(sep/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved