Sungai Lau Borus di Karo Keluarkan Uap Panas, Ini Penjelasan PVMBG
Saat ini Gunung Sinabung yang ketinggiannya mencapai 2.460 meter di atas permukaan laut (mdpl) berada pada status Level III (Siaga).
TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Pascaerupsi Gunung Sinabung, Sungai Lau Borus di kaki gunung mengeluarkan uap panas.
Tidak hanya uap panas, pascaerupsi juga disertai guguran awan panas yang terjadi sepekan terakhir.
Informasi yang berhasil dihimpun Tribun Medan, uap panas tersebut diduga muncul akibat pertemuan antara air Sungai Lau Borus dengan awan panas Gunung yang berhulu di kaki gunung berapi tersebut.
Saat ini Gunung Sinabung yang ketinggiannya mencapai 2.460 meter di atas permukaan laut (mdpl) berada pada status Level III (Siaga).
Hingga kini, Warga maupun petani diimbau agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi serta di lokasi di dalam radius 3 km dari puncak gunung.
Selanjutnya radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.
Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila ke luar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanis.
Selain itu, mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanis yang lebat agar tidak roboh.
Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.
Terkait fenomena uap panas di sungai, Kepala Pos Pantau Gunung Sinabung Armen Putra mengatakan fenomena uap air panas terjadi sejak, Selasa (2/3/2021) lalu.
Uap panas tersebut terpantau di hulu aliran sungai Lau Borus di Desa Gamber.
"Uap air panas ini diakibatkan pertemuan antara air dan awan panas di erupsi Gunung Sinabung 2 Maret 2021 lalu. Pertemuan ini menyebabkan uap air yang cukup tebal dengan asap berwarna putih kecokelatan," ujarnya, Senin (8/3/2021).
Lanjut Armen dalam penjelasannya, mengatakan potensi guguran awan panas ke kawasan Sungai Lau Borus tepatnya di desa Gamber masih sangat tinggi.
"Karena itu, kami mengimbau warga untuk tidak memasuki kawasan tersebut karena sangat berbahaya," pungkasnya.
(mft/tribun-medan.com/tribunmedan.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kondisi-sungai-kau-borus-di-kaki-gunung-sinabung.jpg)