Breaking News:

Sungai Lau Borus Keluarkan Uap Panas, Ini Penjelasan PVMBG

Pascaerupsi Gunung Sinabung, Sungai Lau Borus yang berada di kaki gunung mengeluarkan uap panas.

TRIBUN MEDAN / ist
Kondisi Sungai Kau Borus di Kaki Gunung Sinabung mengeluarkan uap Panas, Senin (8/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Pascaerupsi Gunung Sinabung, Sungai Lau Borus yang berada di kaki gunung mengeluarkan uap panas.

Informasi yang berhasil dihimpun Tribun-Medan.com, uap panas itu diduga muncul akibat pertemuan antara air Sungai Lau Borus dengan awan panas Gunung yang berhulu di kaki gunung berapi tersebut.

Terkait fenomena uap panas di sungai, Kepala Pos Pantau Gunung Sinabung Armen Putra mengatakan fenomena ini terjadi sejak Selasa (2/3/2021) lalu.

Uap panas tersebut terpantau di hulu aliran sungai Lau Borus di Desa Gamber.

"Uap air panas ini diakibatkan pertemuan antara air dan awan panas di erupsi Gunung Sinabung 2 Maret 2021 lalu. Pertemuan ini menyebabkan uap air yang cukup tebal dengan asap berwarna putih kecokelatan," ujarnya, Senin (8/3/2021).

Lanjut Armen dalam penjelasannya, potensi guguran awan panas ke kawasan Sungai Lau Borus tepatnya di Desa Gamber masih sangat tinggi.

"Karena itu, kami mengimbau warga untuk tidak memasuki kawasan tersebut karena sangat berbahaya," ujarnya.

Saat ini Gunung Sinabung yang ketinggiannya mencapai 2.460 meter di atas permukaan laut (mdpl) berada pada status Level III (Siaga).

Warga maupun petani diimbau agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi serta di lokasi di dalam radius 3 km dari puncak gunung.

Selanjutnya radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila ke luar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik.

Selain itu, mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.

Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

(mft/tribun-medan.com/tribunmedan.id)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved