Breaking News:

PPKM Mikro Resmi Diberlakukan di Sumut, PHRI Optimistis Ada Kenaikan Pendapatan

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, Denny Wardhana menyambut baik perpanjangan PPKM berbasis Mikro ini.

Tribun Medan
Dokumentasi suasana restoran di Medan beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hari ini, Selasa (9/3/2021) telah diberlakukan di Sumatera Utara. 

Ada pun dari penerapan PPKM Mikro ini, kegiatan restoran untuk makan dan minum di tempat memiliki kapasitas sebanyak 50 persen dan layanan pesan antar atau take away tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional restoran dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, Denny Wardhana menyambut baik perpanjangan PPKM berbasis Mikro ini.

Baca juga: PHRI Sumut Sebut Pelaku Perhotelan Dijadwalkan Terima Vaksin Covid Pada Akhir Februari

"Kalau kita semakin dilonggarkan kami cukup senang dari hotel dan restoran. Kita bisa coba lebih bangkit lah apalagi ditambah kalau vaksin juga semakin dipercepat," ungkap Denny, Selasa (9/3/2021).

Denny menuturkan bahwa PPKM sebelumnya membuat perekonomian untuk pelaku usaha restoran maupun hotel sempat mengalami penurunan pendapatan drastis. 

"Kalau yang kemarin kita dibatasi otomatis tidak bergerak. Tamu kita banyak dari luar daerah, kalau misalnya dibatasi otomatis mereka tak buat acara. Kalau ini dilonggarkan tentu akan bangkit bersama, tamunya ada dan karyawan terbayarkan, roda ekonomi akan berputar," ujarnya.

Dikatakannya, semenjak penerapan PPKM sebulan terakhir, roda perekonomian sempat anjlok hingga dibawah 50 persen. Padahal, pelaku usaha restoran maupun hotel sebelum sempat bangkit di atas 50 persen pada bulan Oktober lalu.

"Dari awal pandemi sudah sangat turun dan mulai naik pada Oktober 2020 lalu, adalah itu naiknya di atas 50 persen. Kemudian pada awal tahun masuk PSBB makin anjlok kembali kita semakin menurun lagi di bawah 50 persen sampai sekarang," tutur Denny.

Tak hanya itu, sebelumnya juga Denny mengatakan bahwa terkait adanya PPKM ini membuat para pengusaha hotel dilema dengan adanya pembatasan jam pertemuan maksimal pukul 18.00 WIB. 

"Kita agak sedikit dilema adanya pembatasan jam meeting yang hanya sampai jam 6 saja. Karena kita berharap kalau ada pembatasan kalau bisa sampai jam 9 malam, karena kalau ada meeting yang sampai malam kita tidak bisa terima. Kalau Prokes tetap kita laksanakan," kata Denny.

Terkait PPKM Mikro yang akan berlangsung hingga 22 Maret 2021, Denny berharap agar ke depannya semakin diberi ruang untuk dapat beroperasi namun dengan tetap adanya pemantauan.

"Kita dari hotel dan restoran juga menjaga memutus mata rantai. Harapan saya berilah kami ruang untuk usaha tapi tetap juga dikontrol. Jadi aturan tetap kita jalani tapi tetap bisa berusaha untuk survive. Kalau kita gak dipantau kan takutnya lengah, jadi kita bukan berarti meminta tapi nggak dipantau. Kan nggak fair. Kita berharap tetap diberi ruang dan dipantau, itu harapan kita," pungkasnya.

Penulis: Kartika Sari
Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved